Udara Kotim dan Kobar Sama-sama Lagi Tidak Sehat

Udara Kotim dan Kobar Sama-sama Lagi Tidak Sehat

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Senin, 31 Agu 2026 16:30 WIB
Pangkalan Bun Senin (31/8/2026) Pagi
Pangkalan Bun Senin (31/8/2026) pagi/Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Kotawaringin Barat -

Senin (31/8/2026), kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kotawaringin Barat (Kobar) sama-sama berada pada level berbahaya. Kondisi terparah terjadi di Kotim.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pukul 06.00 WIB, angka kualitas udara mencapai 673 atau masuk kategori berbahaya. Sementara di Kobar, konsentrasi partikulat halus PM2.5 juga melonjak drastis hingga mencapai 300,3 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.05 WIB.

Dua kabupaten di Kalimantan Tengah itu sama-sama menghadapi ancaman kabut asap di tengah masih berlangsungnya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Di Kota Sampit, asap pekat bahkan terlihat menyelimuti sejumlah kawasan permukiman dan jalan utama. Jarak pandang warga terbatas akibat tebalnya kabut asap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Asapnya tebal sekali sampai membatasi jarak pandang," ujar seorang warga Sampit, Mirdad Sandi, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, kepulan asap tampak jelas di sejumlah kawasan, termasuk Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Ir Soekarno di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

"Asap tebal ini karena di kawasan tempat kami seperti di Jalan Jenderal Sudirman dan Ir Soekarno itu memang marak kebakaran lahan," imbuhnya.

Data pemantauan menunjukkan kondisi udara di Kotim berada pada situasi sangat serius. Parameter PM10 tercatat mencapai angka 673, sementara konsentrasi PM2.5 berada di angka 473.

Angka tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi partikel pencemar di udara yang berpotensi memberikan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat.

Sementara itu, kondisi di Kobar juga tak kalah mengkhawatirkan. BMKG Kotawaringin Barat mencatat lonjakan konsentrasi PM2.5 telah terjadi sejak Minggu malam.

"Puncaknya terjadi Senin pagi pukul 07.05 WIB ketika konsentrasi PM2.5 mencapai 300,3 mikrogram per meter kubik. Meski pada pukul 09.05 WIB angkanya turun menjadi 77,9 mikrogram per meter kubik, kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat," kata Forecaster on Duty BMKG Kotawaringin Barat, Ayu Istiqomah, S.Tr, Senin siang.

Ia menyampaikan data tersebut berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara di wilayah Kobar dan sekitarnya. Kondisi di Kotim dan Kobar menjadi gambaran bahwa ancaman asap kini tidak bisa dianggap remeh. Tingginya konsentrasi PM2.5 dan PM10 membuat masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hendak beraktivitas di luar ruangan.

Partikel halus PM2.5 menjadi perhatian karena ukurannya sangat kecil dan dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

"Masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya, diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah saat asap semakin pekat," ujarnya.

Penggunaan masker yang sesuai juga menjadi langkah penting apabila masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan.

"Dengan Kotim mencatat ISPU hingga 673 dan Kobar mengalami lonjakan PM2.5 hingga 300,3 mikrogram per meter kubik, Senin pagi menjadi peringatan serius bagi masyarakat Kalimantan Tengah," pungkasnya.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads