Teluk Belanga, Warisan Busana Pria yang Tak Pudar di Pangkalan Bun

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 18 Jun 2026 13:31 WIB
Pakaian adat teluk belanga khas Melayu Kalteng. Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Kotawaringin Barat -

Di tengah perkembangan tren fesyen modern, baju teluk belanga masih mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Busana adat pria ini masih kerap digunakan dalam berbagai acara

Teluk belanga merupakan pakaian adat pria yang terdiri dari kemeja longgar berpotongan sederhana dengan lengan panjang. Busana ini umumnya dipadukan dengan kain sarung atau songket yang dililitkan di pinggang, menciptakan penampilan yang rapi dan berwibawa.

Kesederhanaan desainnya justru menjadi ciri khas yang mencerminkan nilai-nilai budaya Melayu yang berkembang di wilayah Kotawaringin Barat. Bagi masyarakat Pangkalan Bun, teluk belanga bukan sekadar pakaian tradisional, namun juga simbol penghormatan terhadap adat istiadat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Pada berbagai kegiatan resmi, busana ini masih sering dikenakan sebagai bentuk pelestarian identitas lokal, misalnya dalam kegiatan keagamaan, hingga acara resmi yang mengangkat nilai-nilai budaya daerah.

Penggiat budaya Kotawaringin Barat, Kaspul Indah, menilai teluk belanga memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar penutup tubuh.

"Baju teluk belanga bukan hanya sekadar pakaian adat, tetapi juga mencerminkan identitas masyarakat Melayu di Kotawaringin Barat. Di dalamnya terkandung nilai kesopanan, kehormatan, dan kebersamaan yang diwariskan oleh para leluhur," ujarnya kepada detikKallimantan, Kamis (18/6/2026).

Pakaian adat teluk belanga khas Melayu Kalteng. Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan

Menurut Kaspul, nilai-nilai tersebut tercermin dari bentuk dan cara pemakaian teluk belanga yang sederhana namun tetap menunjukkan kewibawaan. Busana ini menjadi representasi karakter masyarakat yang menjunjung tinggi tata krama dan penghormatan terhadap sesama.

Ia juga menekankan pentingnya memperkenalkan teluk belanga kepada generasi muda agar warisan budaya tersebut tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

"Generasi muda perlu memahami makna yang terkandung dalam setiap unsur pakaian adat. Jika tidak diperkenalkan sejak dini, dikhawatirkan warisan budaya ini akan semakin jauh dari kehidupan masyarakat. Karena itu, kita harus terus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri," katanya.

Upaya pelestarian teluk belanga terus dilakukan melalui berbagai kegiatan budaya, pendidikan, serta festival daerah yang menampilkan kekayaan tradisi lokal. Kehadiran busana adat ini tidak hanya menjadi pelengkap seremoni, tetapi juga sarana untuk mengenalkan sejarah dan jati diri masyarakat Kotawaringin Barat kepada generasi penerus.




(bai/bai)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork