Melihat Lebih Dekat Upacara Belian Sentiyu Masyarakat Dayak Benuaq

Riani Rahayu - detikKalimantan
Senin, 11 Mei 2026 06:59 WIB
Foto: (Masaul/detikTravel)
Balikpapan -

Dayak adalah suku asli yang menempati Pulau Kalimantan. Terdiri dari berbagai sub-suku, masyarakat Dayak Benuaq punya tradisi adat yang masih dijaga hingga sekarang, salah satunya adalah upacara Belian Sentiyu.

Meskipun teknologi di bidang kesehatan telah berkembang, tradisi pengobatan adat masih dilakukan di beberapa desa di Kalimantan Timur, seperti Desa Muang di Samarinda. Di sana, tradisi Belian masih rutin dilaksanakan, terutama bersamaan dengan ritual tahunan Gugu Tahun atau ketika ada warga yang sakit.

Bagi masyarakat Dayak Benuaq, penyakit bisa datang dari mana saja. Mereka juga percaya bahwa penyakit bisa berasal dari gangguan roh atau makhluk halus. Karena itulah, proses penyembuhan tidak hanya dilakukan dengan obat-obatan medis, tetapi juga melalui ritual adat yang dipimpin oleh seorang pemBelian atau dukun adat.

Upacara Belian Sentiyu

Belian merupakan ritual pengobatan tradisional masyarakat Dayak. Di sini, ritual dipimpin oleh pemBelian atau Mulung, yaitu orang yang dipercaya memiliki kemampuan berkomunikasi dengan dunia roh.

Menurut kepercayaan masyarakat Dayak Benuaq penganut Hindu Kaharingan, upacara Belian dilakukan dengan berbagai tujuan, di antaranya untuk:

  • Menolak bala dan roh jahat
  • Memohon perlindungan kepada Sanghiyang
  • Menyembuhkan penyakit fisik maupun spiritual
  • Mengembalikan keseimbangan antara manusia dan alam gaib

Belian Sentiyu sendiri merupakan salah satu jenis Belian berdasarkan tata cara pelaksanaannya. Selain Belian Sentiyu, masyarakat Dayak Benuaq juga mengenal beberapa jenis lain seperti:

  • Belian Lewangan
  • Belian Bawo
  • Belian Jamu
  • Belian Ranteu

Sementara berdasarkan sifatnya, ritual Belian dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu:

  • Belian yang bersifat pencegahan, seperti Nalitn Tautn, Makatn Juss, dan Tulak Bala
  • Belian untuk pengobatan atau penyembuhan penyakit

Kepercayaan dalam Ritual Belian

Dalam kepercayaan masyarakat Dayak Benuaq, manusia hidup berdampingan dengan dunia roh. Ketika keseimbangan antara keduanya terganggu, maka seseorang dapat mengalami sakit, kesialan, atau gangguan tertentu.

Karena itu, Belian berfungsi sebagai media komunikasi antara manusia dengan roh leluhur maupun Sanghiyang. Melalui mantra, musik ritual, tarian, dan sesaji, Belian memohon pertolongan agar roh jahat pergi dan pasien memperoleh kesembuhan.

Penelitian Ariani dkk berjudul Makna Simbolik Upacara Adat Belian Sentiyu di Desa Muang, Samarinda menjelaskan bahwa Belian merupakan upacara Dayak untuk meminta doa restu kepada Sanghiyang melalui tarian dan bunyi-bunyian alat musik seperti gong, gendang, kelentangan, dan alat musik tradisional lainnya.

Ritual ini juga menumbuhkan rasa kebersamaan masyarakat karena seluruh warga biasanya ikut terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan upacara.



Simak Video "Menikmati Malam yang Hidup di Kawasan Tepian, Kalimantan Timur"


(bai/bai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork