10 Pantangan Imlek! Hal Tabu Ini Dipercaya Bikin Rezeki Seret

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Sabtu, 14 Feb 2026 09:59 WIB
Foto: Ilustrasi Imlek. (dok Singkawang Momen Fotografi)
Balikpapan -

Perayaan Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa bukan sekadar pesta kembang api atau makan besar. Imlek adalah momen penuh harapan untuk mengundang keberuntungan dan kemakmuran.

Demi menjaga kelancaran nasib di tahun yang baru, terdapat berbagai tradisi tak tertulis mengenai hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Meski sudah modern, larangan-larangan ini masih banyak dipegang teguh sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur.

Mitos Larangan saat Imlek

Berikut adalah 10 mitos dan hal tabu yang dilarang saat Tahun Baru Imlek:

1. Tidak Boleh Menyapu dan Mencuci Baju

Dilansir dari The Beijinger, aktivitas membersihkan rumah sangat dilarang pada hari pertama Imlek. Menyapu lantai dipercaya akan 'menyapu keluar' semua keberuntungan yang baru saja masuk ke rumah.

Mencuci baju juga dilarang pada hari pertama dan kedua karena hari tersebut dianggap sebagai hari lahir Dewa Air. Mencuci pakaian dianggap tidak sopan dan bisa 'membilas' rezeki.

2. Jangan Menghabiskan Sajian Ikan

Ikan adalah simbol kelimpahan dalam pepatah Tionghoa nián nián yǒuyú. Menariknya, saat makan besar, Anda dilarang menghabiskan seluruh bagian ikan. Menyisakan sebagian ikan di piring melambangkan bahwa rezeki Anda akan terus tersisa dan meluap hingga tahun-tahun berikutnya.

3. Tabu Membeli dan Menghadiahkan Buku

Bagi pecinta buku, sebaiknya tunda belanja Anda. Dalam bahasa Mandarin, kata 'buku' (shū) pelafalannya sangat mirip dengan kata 'kehilangan' atau 'kalah'. Membeli atau memberikan buku saat Imlek dianggap bisa mengundang nasib buruk atau hilangnya keberuntungan bagi pemberi maupun penerima.

4. Larangan Mengonsumsi Bubur

Dalam budaya tradisional, bubur dianggap sebagai makanan rakyat jelata atau simbol kemiskinan di masa lampau karena teksturnya yang encer. Hal ini dilarang pada saat di hari pertama Imlek.

Makan bubur dipercaya dapat menghambat kemakmuran dan membuat seseorang sulit untuk kaya sepanjang tahun. Sebagai gantinya, nasi atau mi lebih disarankan.




(bai/aau)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork