Lionel Messi gagal menyelamatkan Argentina dari kekalahan saat Final Piala Dunia 2026. Padahal sepanjang pesta bola dunia ini, Messi sudah mencatatkan 21 gol. Catatan itu ternyata tidak berlanjut di final pada Senin (20/7) dini hari kemarin karena Spanyol menerapkan suatu taktik.
Dikutip detikSport dari BBC, mantan bek Inggris yakni Micah Richards menilai Spanyol berhasil membuat Messi tidak berkutik sepanjang pertandingan. Spanyol melancarkan operan-operan yang tidak bisa membuat Messi menguasai bola.
"Hanya 54 sentuhan untuk Lionel Messi dan tidak ada satu pun di dalam kotak penalti," kata Richards.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara itu dilakukan karena Spanyol tahu Messi nyaris tak terkalahkan jika sudah menguasai bola. Sebisa mungkin mereka tidak memberikan kesempatan bola dikuasai oleh El Messiah.
"Semua orang terus bertanya-tanya, bagaimana cara menghentikan Messi? Anda menghentikan Messi dengan menguasai bola dan membuatnya berlari mundur ke arah berlawanan. Itulah yang dilakukan Spanyol hari ini," lanjutnya.
Richard mengakui bahwa Messi merupakan salah satu pemain terbaik dan yang paling ditakuti dalam kompetisi kali ini. Namun, menurutnya Messi tidak terlalu powerful saat dirinya tidak bersama bola. Meski demikian, Richard menyebut Messi tetap memilihi pengaruh yang luar biasa untuk menginspirasi para pemain lain.
"Dia datang ke turnamen ini, dan dia telah menjadi salah satu pemain terbaik. Saat tanpa bola, kita tahu dia tidak terlalu luar biasa, tetapi bagaimana cara dia bisa menginspirasi orang-orang. Ini sungguh luar biasa," kata Richard.
Sepanjang laga final, Messi hanya membukukan 54 sentuhan. Itu pun tidak ada yang terjadi di kotak penalti Spanyol.
Sebaliknya, Spanyol menunjukkan penguasaan bola yang membuat mereka mendominasi permainan. Namun, Argentina bukan lawan yang mudah sehingga sampai menit ke-105 pun belum ada gol bersarang. Spanyol baru memecah kebuntuan pada menit ke-106 lewat sundulan Nico Williams yang diselesaikan oleh Ferran Torres.
Baca selengkapnya di sini.
