Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim yang juga merupakan Menteri Keuangan mengungkapkan kasus penipuan investasi yang melibatkan Kumpulan Wang Persaraan (KWAP), pengelola dana pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Malaysia. KWAP disebut menjadi korban penipuan investasi setelah dana yang diinvestasikan di sebuah perusahaan startup asal Indonesia hilang.
Dilansir detikFinance, hal itu diungkapkan Anwar Ibrahim dalam jawaban tertulis kepada parlemen Malaysia, Rabu (15/7) lalu. Menurut laporan The Edge Malaysia pada Minggu (19/7), KWAP telah berinvestasi sebesar RM 200 juta atau sekitar Rp 860 miliar di eFishery.
"Keputusan tersebut telah melalui proses evaluasi dan tata kelola, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat itu, yang mencakup verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat yang diakui secara internasional," jelas Anwar dalam jawaban tertulis ke parlemen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KWAP juga disebut telah melakukan uji tuntas independen untuk memastikan bahwa semua informasi lengkap dan valid untuk pertimbangan investasi. Selain KWAP, Anwar menyebut beberapa institusi internasional juga berinvestasi di eFishery, seperti Temasek, Softbank, 42XFund, dan Northstar.
Namun kemudian terjadi penipuan berupa manipulasi laporan keuangan oleh manajemen perusahaan rintisan tersebut sehingga menyebabkan dana yang diinvestasikan KWAP hilang.
"Meskipun demikian, investasi eFishery merupakan penipuan yang direncanakan, dan terdapat manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery," jelas Anwar.
Pada tahun 2023, eFishery dilaporkan telah memperoleh dana sebesar USD 200 juta dari putaran pendanaan Seri D. Sebanyak USD 47,7 juta di antaranya berasal dari KWAP.
Anwar kemudian menjelaskan langkah-langkah pertanggungjawaban apa yang telah atau akan diambil terhadap dewan direksi, panel investasi, dan manajemen senior KWAP terkait persetujuan dan pengawasan investasi tersebut. Menurutnya, konsorsium investor termasuk KWAP telah memulai tindakan hukum dan upaya untuk memulihkan dana tersebut.
Anwar menambahkan, KWAP juga telah melakukan tinjauan komprehensif terhadap proses evaluasi, persetujuan, dan pengawasan investasi tersebut. Temuan telah disampaikan kepada dewan direksi KWAP untuk diteliti dan dipertimbangkan.
Baca selengkapnya di sini.
