Setiap perayaan Tahun Baru Imlek, suasana selalu terasa meriah dengan dekorasi berwarna merah di tiap sudut rumah. Meja makan pun juga tersaji hidangan khas Imlek berwarna merah dan oranye.
Selain kue keranjang dan lapis legit, ada satu sajian yang tidak pernah absen dalam perayaan Imlek. Ialah jeruk mandarin, buah berwarna oranye cerah yang bisa ditemukan saat perayaan Imlek, bahkan tersaji di berbagai titik. Mulai dari meja tamu, altar sembahyang, hingga dibawa sebagai buah tangan saat berkunjung ke rumah kerabat.
Nah, taukah detikers mengapa jeruk mandarin begitu lekat dengan perayaan Imlek? Apakah karena rasanya segar dan mudah didapat, atau ada makna khusus lain?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan Imlek Identik dengan Jeruk Mandarin
Jeruk mandarin. Foto: Freepik |
Disadur dari laman Monash University Malaysia, jeruk mandarin atau secara ilmiah dikenal sebagai Citrus reticulata telah lama menjadi buah yang wajib ada ketika perayaan Tahun Baru Imlek. Sama halnya dengan angpau dan lampion, kehadiran jeruk mandarin menjadi pertanda bahwa perayaan Imlek sedang berlangsung.
Dalam budaya Tionghoa, pemilihan buah untuk perayaan bukan hal sembarangan. Setiap buah dipilih berdasarkan maknanya, warna, hingga filosofi hidup. Jeruk mandarin memenuhi hampir semua unsur tersebut, sehingga selalu tersedia di meja ketika menyambut tahun baru.
Namun salah satu alasan terpenting mengapa jeruk mandarin begitu istimewa adalah kaitannya dengan bahasa Mandarin.
Dalam pelafalan bahasa Mandarin, kata yang merujuk pada jeruk memiliki bunyi yang mirip dengan kata yang berarti kekayaan, kemakmuran, dan keberuntungan. Jeruk disebut jΓΊ (ζ©), bunyinya sangat mirip dengan kata jΓ (ε) yang artinya keberuntungan, berkah, atau rahmat.
Karena alasan inlah, menghidangkan jeruk saat Imlek dipercaya sama dengan menghadirkan kekayaan ke dalam rumah. Memberikan jeruk kepada orang lain pun dimaknai sebagai simbol memberikan rezeki dan doa kemakmuran.
Warna Oranye sebagai Simbol Emas dan Kemakmuran
Selain dari segi bahasa, jeruk mandarin juga punya makna yang kuat dari segi warna. Warna oranye keemasan pada jeruk mandarin dipercaya melambangkan kekayaan, kemakmuran, kejayaan, dan keberhasilan.
Dalam budaya Tionghoa, warna emas selalu dikaitkan dengan rezeki, status sosial, dan keberuntungan. Karena warna jeruk menyerupai emas, buah ini dilihat sebagai harta yang alami dari bumi.
Ketika jeruk diletakkan di rumah, toko, atau kantor saat Imlek, masyarakat percaya bahwa hal tersebut dapat mengundang keberuntungan dan rezeki sepanjang tahun.
Bentuk Bulat dan Filosofi Keharmonisan
Jeruk mandarin memiliki bentuk yang bulat dan utuh. Bentuk ini melambangkan kesempurnaan, keutuhan, kebersamaan, dan persatuan khususnya dalam keluarga.
Sama dengan makna perayaan Imlek yang menekankan nilai kebersamaan, bentuk jeruk yang bulat dianggap mencerminkan harapan agar keluarga tetap utuh, harmonis, dan rukun sepanjang tahun.
Maka dari itu jeruk sering disajikan dalam jumlah genap, karena angka genap juga melambangkan keseimbangan dan keharmonisan.
Tradisi Memberi Jeruk sebagai Bentuk Doa dan Hormat
Saat mendekati Imlek, tradisi mengirim hampers juga menjadi sebuah rutinitas yang wajib dilakukan. Tak jarang jeruk mandarin juga ikut disandingkan sebagai hampers atau persembahan untuk keluarga dan kerabat.
Dikutip dari buku Asian Business Networks, memberikan jeruk mandarin di sini merupakan bentuk penghormatan dan doa, maknanya adalah memberikan kekayaan dan kebahagiaan. Tradisi ini biasanya dilakukan saat mengunjungi rumah keluarga, bersilaturahmi dengan orang tua, maupun sekadar memberi jeruk ketika berkumpul bersama.
Biasanya, jeruk diberikan dalam jumlah dua atau empat buah sebagai simbol kelimpahan dan keberuntungan berlipat ganda.
Fungsi Jeruk Mandarin sebagai Dekorasi Pembawa Hoki
Selain dimakan dan diberikan sebagai hadiah, jeruk mandarin juga berfungsi sebagai dekorasi Imlek. Buah ini sering ditempatkan di berbagai tempat, dari ruang tamu, meja altar atau tempat sembahyang, sampai di pintu masuk rumah.
Dalam kepercayaan feng shui, jeruk mandarin dipercaya dapat menarik energi positif atau qi yang baik. Kehadirannya dianggap sebagai undangan bagi keberuntungan untuk masuk ke dalam rumah.
Makna-makna di atas itulah yang membuat jeruk mandarin memiliki peran khusus ketika perayaan Imlek tiba. Jangan menolak jika diberi jeruk mandarin, karena di dalamnya terdapat doa-doa baik dan keberuntungan yang menanti.
(aau/aau)

