10 Mitos atau Takhayul Imlek Populer yang Masih Dipercayai

10 Mitos atau Takhayul Imlek Populer yang Masih Dipercayai

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Kamis, 05 Feb 2026 10:45 WIB
10 Mitos atau Takhayul Imlek Populer yang Masih Dipercayai
Ilustrasi tahun baru Imlek. Foto: Freepik
Surabaya -

Tahun baru Imlek jatuh pada 17 Februari 2026. Selain identik dengan perayaan meriah dan tradisi turun-temurun, imlek juga lekat dengan berbagai mitos yang dipercaya sebagian masyarakat.

Mitos-mitos tersebut berkembang dari kepercayaan budaya yang diwariskan selama ratusan tahun dan masih dijalani hingga kini. Mulai dari larangan tertentu hingga kepercayaan tentang keberuntungan dan nasib di tahun baru, sederet mitos Imlek ini kerap menarik perhatian.

10 Mitos Tahun Baru Imlek

Perayaan tahun baru Imlek juga sarat dengan berbagai mitos yang dipercaya turun-temurun oleh masyarakat Tionghoa. Berikut sederet mitos tahun baru Imlek yang telah dirangkum detikJatim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Hindari Menggunting Rambut dan Keramas

Mitos pertama, yakni larangan memotong rambut saat tahun baru Imlek. Mitosnya, apabila hal tersebut dilakukan, maka keberuntungan mereka di sepanjang tahun akan ikut terpotong.

Bagi masyarakat Tionghoa yang ingin potong rambut lebih baik dilakukan sebelum malam tahun baru China. Hal tersebut dipercaya sebagai bentuk membuang bala di tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, pantang menyuci rambut saat Imlek. Hal ini dikarenakan dalam bahasa Mandarin, kata rambut (发, fa) memiliki bunyi dan karakter yang sama dengan kata fa dalam facai (发贒), yang bermakna kemakmuran atau kekayaan. Dengan demikian, keramas dipercaya sebagai tindakan menyuci harta benda di awal tahun baru.

2. Larangan Cerita Hantu

Selanjutnya, masyarakat dilarang menceritakan kisah seram karena dapat dikaitkan dengan kematian. Apabila dilanggar, pelanggar akan dihantui setan. Menurut kepercayaan Tionghoa, apa yang terjadi pada malam tahun baru juga akan menggambarkan yang terjadi pada sepanjang tahun berikutnya.

3. Menyimpan Benda Tajam

Masyarakat dilarang menggunakan benda tajam seperti gunting, pisau, atau alat potong lainnya. Hal ini karena mitos yang berkembang agar tidak memotong rezeki yang baru. Lebih baik benda-benda tajam disimpan di lemari agar aman.

4. Membersihkan Rumah

Sebelum tahun baru China, masyarakat Tionghoa harus membersihkan rumah supaya rapi. Hal ini sebagai upaya menyapu semua kemalangan dan memunculkan jalan keberuntungan di tahun yang akan datang.

Mitosnya, menyapu atau membersihkan rumah di hari pertama tahun baru dilarang. Sebab, hal tersebut diyakini sama dengan menyapu semua keberuntungan dan kekayaan untuk tahun ini.

5. Tidak Boleh Sarapan Bubur dan Daging

Bubur dipercaya sebagai menu sarapan orang miskin. Masyarakat Tionghoa menghindari makanan ini pada tahun baru Imlek agar tidak mengawali tahun baru dengan makna kemiskinan.

Selain itu, daging juga tidak boleh menjadi menu sarapan saat Imlek. Tujuannya sebagai bentuk penghormatan kepada para dewa (Buddha) yang dipercaya menentang pembunuhan hewan.

6. Hindari Minum Obat

Selanjutnya, minum obat atau meracik jamu menjadi hal tabu dilakukan saat hari pertama Imlek. Hal ini karena ada kepercayaan yang menyebut mengonsumsi obat atau jamu dapat membuat seseorang rentan sakit sepanjang tahun.

Di sejumlah tempat, ketika lonceng pergantian tahun berbunyi pada malam tahun baru, orang-orang yang sakit akan memecahkan pil obat. Mereka percaya hal tersebut dapat mengusir penyakit di tahun yang akan datang.

7. Bagi-bagi Angpau

Membagi angpau pada tahun baru Imlek merupakan tradisi yang paling dikenal masyarakat. Tradisi ini hanya boleh dilakukan mereka yang sudah menikah, yakni diberikan kepada anak-anak dan orang yang lebih tua.

Itulah mengapa mereka yang belum menikah tidak boleh membagikan angpau karena diyakini dapat mengurangi keberuntungan dan menjauhkan jodoh.

Isi angpau juga tidak boleh uang logam, harus menggunakan uang kertas. Dipercaya bahwa membagi angpau dapat memperlancar rezeki bagi mereka yang sudah menikah.

8. Jangan Menjahit

Masyarakat Tionghoa mempercayai larangan menjahit saat Imlek karena aktivitas ini dianggap mengundang kesulitan yang akan menimpa sepanjang tahun baru.

Menjahit melibatkan jarum yang menusuk kain, yang secara metaforis seperti menusuk keberuntungan atau umur panjang. Keyakinan ini berlaku khususnya pada hari pertama hingga kelima Imlek, agar tahun depan tidak penuh rintangan seperti benang kusut.

9. Larangan Mencuci Pakaian

Mitos selanjutnya adalah larangan menyuci pakaian. Pantangan tersebut tidak hanya di hari pertama kalender Lunar, tetapi pada hari kedua. Hal ini karena dua hari tersebut merupakan hari lahir dewa air.

Menyuci pakaian dipercaya tidak menghormati dewa air. Pada zaman dahulu, orang percaya bahwa air melambangkan kekayaan. Diyakini buang air setelah menyuci pakaian berarti membuang kekayaan.

10. Larangan Jumlah Ganjil pada Angpau

Pada tahun baru Imlek, angpao dianggap sebagai amplop merah keberuntungan. Akan tetapi, ada pantangan tidak boleh berjumlah ganjil. Masyarakat Tionghoa sendiri menyukai angka genap.

Pasalnya, angka ini dipercaya membawa hal baik yang akan selalu berlipat ganda. Meskipun demikian, juga harus menghindari angka sial seperti 4 dan 40, hal ini karena angka 4 terdengar seperti kematian dalam bahasa China.

Itulah sederet mitos dan larangan pada tahun baru Imlek yang beredar di masyarakat. Semoga bermanfaat!




(hil/irb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads