Pasar murah digelar Pemkot Pontianak di halaman PMI Kota Pontianak, pada Minggu (4/10/2026) pagi. Warga yang sedang berolahraga di Car Free Day (CFD) Pontianak langsung melipir ke pasar murah.
Begitu melihat lapak sembako dan sayur-mayur, warga ramai-ramai mengantre membeli beras, telur, cabai hingga sayuran dengan harga terjangkau. Kerumunan warga terlihat di sejumlah lapak yang menyediakan kebutuhan pangan tersebut.
Ada warga yang datang sudah membawa tas belanja, ada pula yang awalnya hanya ingin berolahraga di CFD namun kemudian ikut membeli kebutuhan dapur.
Salah satunya Dwi (39), warga Pontianak Tenggara. Dia mengaku awalnya datang ke CFD untuk berolahraga. Namun, perhatiannya langsung tertuju pada lapak sayur dan cabai yang tersedia di pasar murah.
"Senang ada kegiatan seperti ini. Sayur dan cabai kan hampir setiap hari dibutuhkan. Kalau harganya lebih terjangkau tentu sangat membantu," kata Dwi.
Warga lainnya, Asih (46), juga memanfaatkan pasar murah untuk membeli sejumlah kebutuhan pokok. Dia memilih beras, telur dan kebutuhan dapur lainnya.
"Lumayan membantu, terutama untuk beras, telur dan kebutuhan dapur. Kalau harganya lebih murah, selisihnya bisa dipakai untuk membeli kebutuhan lain," ujar Asih.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pasar murah tersebut digelar untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.
"Ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sembako dan kebutuhan pangan," kata Edi.
Menurut Edi, komoditas seperti beras, telur, cabai dan sayur-mayur menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Kegiatan pasar murah tersebut digelar Pemkot Pontianak bersama Bank Indonesia, BUMD, serta pelaku usaha ritel.
"Yang pertama kita bantu distribusinya, kemudian kita bantu menstabilkan harga ketika terjadi lonjakan di pasar-pasar," jelasnya.
Edi mengatakan kegiatan pasar murah telah berlangsung selama dua minggu dan menjangkau enam kecamatan di Kota Pontianak. Pemerintah akan kembali menggelarnya di titik-titik tertentu sesuai kebutuhan.
Dia menambahkan, pemerintah tetap memantau perkembangan harga komoditas di pasar. Jika terjadi lonjakan harga, pasar murah maupun operasi pasar akan menjadi salah satu bentuk intervensi.
"Ketika terjadi kenaikan harga pada komoditas tertentu, pemerintah akan melakukan intervensi melalui pasar murah maupun operasi pasar," ujarnya.
Simak Video "Ikut Main Barongsai Seru bersama Artis di Pontianak "
(aau/aau)