Posko Segar hadir di Kota Pontianak untuk membantu penanganan dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Posko yang berada di halaman PMI Kota Pontianak itu menyediakan dukungan bagi relawan hingga layanan kesehatan bagi warga terdampak.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, mengatakan kualitas udara di Pontianak saat ini berada pada kategori sangat tidak sehat. Kondisi tersebut mulai berdampak terhadap kesehatan warga, salah satunya ditandai meningkatnya keluhan gangguan pernapasan.
"Saya berpesan, jangan sampai ada api yang masih menyala. Jadi kita terus padamkan, pagi, siang, malam, bahu-membahu," kata Edi, Minggu (23/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edi mengapresiasi inisiatif Karang Taruna yang membuka posko tersebut. Menurutnya, penanganan bencana asap membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk relawan dan organisasi kemasyarakatan. Dia juga meminta para relawan yang bertugas di lapangan tetap memperhatikan kondisi kesehatan mereka.
"Kita harapkan para relawan dan petugas di lapangan tetap menjaga kesehatan. Mudah-mudahan dengan adanya Posko Segar ini bisa memberikan semangat dan kebersamaan kita dalam menghadapi bencana ini," ujarnya.
Selain menjadi tempat dukungan bagi relawan, Posko Segar juga disiapkan Pemkot Pontianak untuk membantu warga yang terdampak kabut asap. Posko tersebut menyediakan pemeriksaan kesehatan dan oksigen gratis. Bantuan kebutuhan dasar seperti beras, gula, dan perlengkapan sehari-hari juga disiapkan, terutama untuk mendukung para relawan. Edi mengimbau warga yang mengalami gangguan pernapasan memanfaatkan layanan tersebut.
"Kalau ada warga atau keluarga yang sesak, ayo datang ke Posko Segar. Termasuk di puskesmas dan rumah sakit juga sudah siaga bagi warga yang sensitif terhadap ISPA," katanya.
Pemkot Pontianak juga telah menyiapkan fasilitas dan anggaran untuk mengantisipasi apabila kabut asap berlangsung lebih lama. Di tengah kondisi karhutla yang masih terjadi, Edi berharap hujan segera turun di wilayah Pontianak dan sekitarnya. Menurutnya, curah hujan akan sangat membantu proses pemadaman lahan yang terbakar.
"Kita selalu berdoa agar diturunkan hujan. Dengan hujan, efektivitas terhadap kebakaran lahan itu lebih tinggi," ungkapnya.
Edi menegaskan penanganan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama dan tidak boleh berhenti selama masih terdapat titik api. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran, termasuk kebakaran bangunan, di tengah kondisi cuaca yang kering.
"Kita harapkan segera turun hujan, jadi tidak semakin parah," pungkasnya.
