Sepanjang 1 Januari hingga 4 Oktober 2026, tercatat sedikitnya 2.681,45 hektare lahan terbakar dengan 18.246 titik panas (hotspot) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah.
Besarnya angka tersebut berbanding lurus dengan tenaga yang harus dikeluarkan petugas di lapangan. BPBD Kobar bersama unsur gabungan terus bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain untuk memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan.
Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Samuel mengungkapkan kondisi petugas mulai terkuras. Pemadaman yang dilakukan berulang kali membuat personel harus bekerja ekstra menghadapi kebakaran yang terus muncul di sejumlah wilayah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah kelelahan," kata Samuel saat menggambarkan kondisi petugas yang terus melakukan penanganan karhutla hingga hari ini, Minggu (4/10/2026).
Yang membuat petugas semakin bertanya-tanya adalah kemunculan kebakaran di berbagai lokasi. Ketika satu titik berhasil dipadamkan, titik lain kembali membutuhkan penanganan.
Samuel menduga ada kemungkinan faktor manusia di balik sebagian kebakaran tersebut. Ia bahkan menyebut dugaan adanya pihak yang sengaja memicu api, meski penyebab pasti setiap kejadian tetap membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
"Kayaknya kebakaran ini ada tangan jahil," ujar Samuel.
Keluhan serupa disampaikan anggota BPBD Kobar, Dawi. Menurut dia, personel di lapangan sudah menghadapi kelelahan karena harus terus melakukan pemadaman dan pendinginan di tengah munculnya kebakaran baru.
"Kami sudah kelelahan, siapa yang terus menyalakan api?," ujar Dawi, Minggu (4/10/2026).
Data BPBD Kobar mencatat sebanyak 510 kegiatan penanganan karhutla telah dilakukan di enam kecamatan hingga 4 Oktober. Dari seluruh penanganan tersebut, luas lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 927,55 hektare.
Arut Selatan menjadi wilayah dengan kegiatan penanganan terbanyak, yakni 272 kegiatan dengan luas 362,79 hektare. Sementara Kumai mencatat 143 kegiatan dengan luas penanganan mencapai 310,61 hektare.
Dalam periode 3 hingga 4 Oktober 2026 saja, petugas kembali menangani delapan kejadian karhutla dengan total luasan 18,30 hektare. Lokasinya tersebar di Arut Selatan, Kumai, Kotawaringin Lama dan Pangkalan Lada.
