Baru-baru ini, warga Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), digegerkan oleh penemuan benda asing terbuat dari logam disertai suara dentuman misterius. Rupanya benda ini adalah puing roket milik China.
Sebelum peristiwa ini, kejadian serupa sudah pernah beberapa kali terjadi di Indonesia. Berikut deretan peristiwa jatuhnya benda antariksa di Indonesia dari tahun ke tahun berdasarkan catatan detikcom.
1. Sisa Roket Soviet di Gorontalo (1981)
Peristiwa jatuhnya sampah luar angkasa yang tercatat cukup awal terjadi di Gorontalo pada 26 Maret 1981. Peneliti bidang matahari dan antariksa LAPAN, Abdul Rahman, membenarkan kejadian tersebut.
"Di Gorontalo pada 1981 pernah ada sisa roket yang jatuh," ungkapnya.
Berdasarkan analisis orbit, LAPAN menyimpulkan bahwa benda tersebut merupakan bagian dari motor roket Cosmos-3 M/Space Launcher 8 (SL-8)/11K65M milik Uni Soviet (Rusia).
2. Tabung Roket Soviet di Lampung (1988)
Tujuh tahun berselang, insiden serupa kembali terjadi. Sampah angkasa kembali mendarat di wilayah Indonesia, kali ini di ujung selatan Pulau Sumatera.
"Terjadi juga pada 1988 di Lampung," lanjut Abdul.
Setelah dianalisis oleh pihak LAPAN, disimpulkan bahwa puing tersebut merupakan bagian dari motor roket Soyuz A-2 yang juga milik Rusia.
3. Pecahan Roket Long March 3 di Bengkulu (2003)
Pada 14 Oktober 2003, warga Desa Bukit Harapan IV, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, dikejutkan oleh suara ledakan yang menimbulkan getaran mirip gempa bumi. Sesaat setelahnya, warga menemukan pecahan roket di area kebun karet.
Dari analisis orbit, benda tersebut diidentifikasi sebagai sisa roket CZ-3A (Chang Cheng/Long March 3) milik China, yang sebelumnya berfungsi meluncurkan satelit komunikasi DHF-3.
4. Pecahan Satelit OKEAN 3 di Flores (2007)
Suara ledakan terdengar di wilayah Flores pada 23 Februari 2007. LAPAN menduga kuat bahwa objek yang jatuh adalah pecahan satelit OKEAN 3 milik Rusia, lantaran satelit tersebut melintasi Flores beberapa saat sebelum ledakan terjadi pada ketinggian proses jatuh.
Pecahan satelit yang ditemukan berukuran sebesar kepalan tangan dan dipastikan tidak mengandung radiasi atau zat nuklir karena berasal dari satelit penginderaan jauh.
(bai/aau)