Massa aksi merasa kecewa dengan ketidakhadiran Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin dalam aksi unjuk rasa, Kamis (22/10) sore. Muhidin disebut selalu tidak pernah hadir dalam aksi unjuk rasa.
Presiden Mahasiswa (Presma) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam (Stihsa), Rizky menyebut bahwa mahasiswa merasa kecewa dengan ketidakhadiran Gubernur Kalsel dalam aksi. Hari ini, mahasiswa hanya ditemui sejumlah perwakilan pejabat
"Tentu kecewa. Empat kali kita turun ke jalan, namun tidak pernah ditemui oleh Gubernur," kata Rizky usai unjuk rasa, Kamis (22/10/2026) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketidakhadiran Gubernur Kalsel itu dinilai Rizky menjadi alasan mengapa diskusi antara mahasiswa dengan pihak pemerintah provinsi Kalsel berakhir dengan alot, bahkan dengan kerusuhan. Sebab, keinginan massa aksi untuk bertemu dengan Gubernur Kalsel tak dipenuhi.
Rizky menyebutkan bahwa pihaknya merasa ada kekecewaan yang juga dirasakan oleh mahasiswa maupun massa aksi lainnya. Rizky pun menegaskan bahwa pihaknya juga akan mengawal seluruh poin tuntutan yang sudah disepakati.
"Jadi beberapa poin tuntutan yang disepakati akan kami kawal. Kita akan mengawal sebagaimana mestinya," tutur Rizky.
Rizky memastikan bahwa dari aksi hari ini, pihaknya tidak menyatakan bahwa massa aksi menang. Namun akan tetap memastikan bahwa pihak-pihak yang diminta berhadir telah memberikan tanda tangan persetujuan terkait nota kesepakatan.
Sehingga pihaknya bisa dengan mudah mengawal setiap janji yang diucapkan oleh para pejabat Kalimantan Selatan.
"Kami tetap mengawal apa yang telah disepakati dan kita dialogkan tadi," ucapnya.
Koordinator Wilayah BEM se-Indonesia, Muhammad Arifin menambahkan bahwa apabila tuntutan yang telah disepakati hari ini tidak kunjung ditindak lanjuti, maka ia beserta massa aksi lain akan kembali turun ke jalan dan mendatangi langsung Gubernur Kalsel.
"Kalau nanti tidak ditindak lanjuti, siap-siap kita geruduk kantor Gubernur Kalsel," ujar Arifin.
Bahkan, Arifin menegaskan bahwa nantinya pihaknya akan membawa massa aksi yang lebih banyak. Ia juga memastikan nantinya akan kembali menuntut kembali seluruh tuntutan yang hari ini telah disepakati.
"Karena mereka sudah berjanji hari ini, maka berarti siap dengan massa yang lebih berlipat ganda jauh lebih besar dari ini," pungkasnya.
