Deretan Peristiwa Benda Antariksa Jatuh di RI, Asal Soviet hingga China

Deretan Peristiwa Benda Antariksa Jatuh di RI, Asal Soviet hingga China

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Rabu, 21 Okt 2026 18:00 WIB
TNI mengecek benda misterius di Kotim
TNI mengecek benda misterius di Kotim. Foto: Istimewa
Kotawaringin Timur -

Baru-baru ini, warga Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), digegerkan oleh penemuan benda asing terbuat dari logam disertai suara dentuman misterius. Rupanya benda ini adalah puing roket milik China.

Sebelum peristiwa ini, kejadian serupa sudah pernah beberapa kali terjadi di Indonesia. Berikut deretan peristiwa jatuhnya benda antariksa di Indonesia dari tahun ke tahun berdasarkan catatan detikcom.

1. Sisa Roket Soviet di Gorontalo (1981)

Peristiwa jatuhnya sampah luar angkasa yang tercatat cukup awal terjadi di Gorontalo pada 26 Maret 1981. Peneliti bidang matahari dan antariksa LAPAN, Abdul Rahman, membenarkan kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Gorontalo pada 1981 pernah ada sisa roket yang jatuh," ungkapnya.

Berdasarkan analisis orbit, LAPAN menyimpulkan bahwa benda tersebut merupakan bagian dari motor roket Cosmos-3 M/Space Launcher 8 (SL-8)/11K65M milik Uni Soviet (Rusia).

2. Tabung Roket Soviet di Lampung (1988)

Tujuh tahun berselang, insiden serupa kembali terjadi. Sampah angkasa kembali mendarat di wilayah Indonesia, kali ini di ujung selatan Pulau Sumatera.

"Terjadi juga pada 1988 di Lampung," lanjut Abdul.

Setelah dianalisis oleh pihak LAPAN, disimpulkan bahwa puing tersebut merupakan bagian dari motor roket Soyuz A-2 yang juga milik Rusia.

3. Pecahan Roket Long March 3 di Bengkulu (2003)

Pada 14 Oktober 2003, warga Desa Bukit Harapan IV, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, dikejutkan oleh suara ledakan yang menimbulkan getaran mirip gempa bumi. Sesaat setelahnya, warga menemukan pecahan roket di area kebun karet.

Dari analisis orbit, benda tersebut diidentifikasi sebagai sisa roket CZ-3A (Chang Cheng/Long March 3) milik China, yang sebelumnya berfungsi meluncurkan satelit komunikasi DHF-3.

4. Pecahan Satelit OKEAN 3 di Flores (2007)

Suara ledakan terdengar di wilayah Flores pada 23 Februari 2007. LAPAN menduga kuat bahwa objek yang jatuh adalah pecahan satelit OKEAN 3 milik Rusia, lantaran satelit tersebut melintasi Flores beberapa saat sebelum ledakan terjadi pada ketinggian proses jatuh.

Pecahan satelit yang ditemukan berukuran sebesar kepalan tangan dan dipastikan tidak mengandung radiasi atau zat nuklir karena berasal dari satelit penginderaan jauh.

5. Tabung Bahan Bakar AS di Sumenep (2016)

Pada tahun 2016, giliran Jawa Timur yang menjadi lokasi pendaratan benda luar angkasa. Sebuah benda yang diidentifikasi sebagai tabung bahan bakar antariksa milik Amerika Serikat jatuh di wilayah Sumenep.

Kejadian ini sempat meleset dari perkiraan awal para peneliti yang memprakirakan puing tersebut akan jatuh di perairan Samudra Hindia.

6. Kepingan Roket China di Agam (2017)

Insiden jatuhnya benda langit kembali tercatat di Pulau Sumatera. Pada tahun 2017, dua keping tabung roket dan serpihan puing yang berasal dari roket milik China ditemukan jatuh di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

7. Sampah Roket 20 Ton di Kalimantan Barat (2022)

Sebuah puing raksasa berupa roket bekas peluncuran modul stasiun antariksa China (CZ5B) terpantau melintas di langit malam Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat pada 30 Juli 2022. Roket ini berbobot 20 ton dengan panjang mencapai 30 meter.

"Sampah antariksa CZ5B, roket bekas peluncuran modul stasiun antariksa RRT diprakirakan jatuh malam ini, 30-31 Juli 2022," kata Peneliti Senior BRIN, Thomas Djamaludin, kala itu.

"Orbit saat ini, ketinggiannya makin mendekati 120 km, ketinggian kritis objek antariksa untuk jatuh. Terpantau, Indonesia di wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan Barat terlintasi pada saat-saat akhir lintasan bekas roket," imbuhnya.

Sampah raksasa tersebut pada akhirnya dipastikan jatuh dan terkonfirmasi atmospheric re-entry di wilayah perairan Samudra Hindia dan menyisakan puing di wilayah Sanggau, Kalimantan Barat, tanpa membahayakan biota laut.

8. Puing Roket Zhuque 2E di Kalteng (2026)

Peristiwa jatuhnya sampah antariksa teranyar kembali terjadi pada pertengahan Oktober 2026 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Rangkaian kejadian ini diawali dengan suara dentuman keras yang menggetarkan permukiman warga pada Minggu (18/10/2026) sore.

Sehari kemudian, pekerja perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit menemukan puing logam raksasa berukuran 6 meter dan berat sekitar 100 kilogram, disusul penemuan benda logam mirip kubah dengan deretan paku keling dan kabel pada Selasa (20/10/2026).

Berdasarkan hasil koordinasi otoritas bandara dan identifikasi fisik, ditemukan kode produksi "2ZQE31-20-15" yang cocok dengan bagian payload fairing roket peluncur satelit milik China.

"Berdasarkan informasi yang diterima dari BRIN, serpihan tersebut merupakan bagian dari roket China Zhuque 2E yang jatuh di wilayah Kotim pada Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 17.36 WIB," ujar Person in Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara H Asan Sampit, Zachrudien.

Peneliti Ahli Utama BRIN, Thomas Djamaluddin, juga menegaskan bahwa waktu dentuman dan temuan benda asing ini cocok dengan waktu lintasan orbit roket tersebut.

"Data menunjukkan bahwa itu merupakan lintasan orbit terakhir bekas roket tersebut sebelum kembali memasuki atmosfer Bumi. Kesesuaian antara waktu lintasan dan laporan warga menjadi dasar kuat untuk menduga bahwa benda yang ditemukan di Sampit merupakan bagian dari sampah antariksa ZhuQue-2E," ungkapnya.

Halaman 2 dari 2
(bai/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads