Misteri Dentuman di Kotim dan Temuan Puing Roket China

Round-up

Misteri Dentuman di Kotim dan Temuan Puing Roket China

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Selasa, 20 Okt 2026 10:15 WIB
Logam berkabel misterius jatuh di kebun sawit di Kotim.
Logam berkabel misterius jatuh di kebun sawit di Kotim. Foto: Dok. Istimewa
Kotawaringin Timur -

Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, digegerkan oleh penemuan benda logam berukuran besar di area perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Jalan Sampit-Pangkalan Bun KM 26, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Benda asing tersebut ditemukan pada Senin (19/10) pagi, setelah warga mendengar suara dentuman keras pada Minggu (18/10) sore.

Hasil identifikasi resmi mengonfirmasi bahwa logam tersebut merupakan bagian dari roket pembawa satelit milik Tiongkok, Zhuque 2E. Meski demikian, pihak berwenang belum memastikan secara resmi apakah suara dentuman keras yang terdengar sehari sebelumnya bersumber langsung dari jatuhnya puing antariksa tersebut.

Dentuman Keras Menggegerkan Kotim

Peristiwa ini diawali dari laporan warga di beberapa wilayah Kotim, seperti Kecamatan Cempaga Hulu, Telawang, Mentawa Baru Ketapang, hingga Baamang, yang mendengar suara dentuman keras pada Minggu (18/10/2026) petang antara pukul 16.30 hingga 17.39 WIB. Suara tersebut sempat menggetarkan permukiman warga hingga diduga berasal dari petir atau guntur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya hari kemarin memang ada suara dentuman yang sangat keras seperti petir, dan ada getaran, tetapi saya tidak tahu apa suara itu ada kaitannya dengan benda ini," ujar salah seorang warga Kotim, Julianto, Senin (19/10/2026) sore.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa instansinya belum dapat memastikan asal-usul suara tersebut karena peralatan BMKG berfokus pada analisis meteorologi.

"Kami belum bisa memastikan, kami masih melakukan penelusuran serta analisis lebih lanjut terkait kepastian sumber suara dan apakah benda tersebut benar merupakan meteor atau sampah antariksa (space debris)," ungkap Prakirawan BMKG Kotim, Ibnu Hasan Ali.

Penemuan Logam Raksasa di Kebun Sawit

Teka-teki bertambah ketika pekerja perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit menemukan seonggok benda logam raksasa di parit kebun blok G/F 3839 pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 06.00 hingga 06.30 WIB.

Dika, warga yang mengabarkan penemuan ayahnya, menceritakan kondisi awal di lokasi. Menurutnya, ayahnya menemukan puing seperti pesawat, namun tidak ada bekas terbakar di sekitar lokasi.

"Kondisi sekitar aman saja, tidak ada bekas terbakar. Ada kabel-kabel juga di sekitarnya," lanjut Dika.

Secara fisik, benda logam tersebut memiliki panjang sekitar 6 meter dan berat diperkirakan hampir 100 kilogram, hingga membutuhkan sekitar 20 orang pekerja untuk memindahkannya. Di lokasi juga didapati bekas pengelasan, rangkaian kabel, hingga area permukaan yang memperlihatkan bekas terbakar.

Penemuan ini sempat memicu spekulasi bangkai armada udara setelah video rekaman pekerja beredar luas.

Puing Roket Zhuque 2E Dievakuasi ke Lanud

Identitas pasti benda logam tersebut akhirnya terungkap pada Senin malam usai koordinasi antara Bandara H Asan Sampit, Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, KNKT, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA).

Penelusuran membuahkan hasil setelah ditemukannya kode produksi pada fisik logam, yaitu "2ZQE31-20-15" dan "2ZQE31-20-15 240256KY". Kode tersebut cocok dengan identitas roket pembawa satelit Tiongkok, Zhuque 2E, di mana komponen yang ditemukan diperkirakan merupakan bagian payload fairing (pelindung muatan) yang melintasi jalur reentry atmosfer.

"Berdasarkan informasi yang diterima dari BRIN, serpihan tersebut merupakan bagian dari roket China Zhuque 2E yang jatuh di wilayah Kotim pada Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 17.36 WIB," ujar Person in Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara H Asan Sampit, Zachrudien, Senin malam.

"Kami juga sudah koordinasi dengan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) dan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) terkait hasil temuan kami di lokasi dan sudah kami teruskan ke pihak tersebut," tuturnya.

BRIN memastikan material roket tersebut tidak mengandung bahan kimia beracun. Guna pengamanan dan penyelidikan lebih rinci, benda tersebut telah dipindahkan dari area perkebunan.

"Saat ini sudah dievakuasi ke Lanud Iskandar Pangkalan Bun untuk identifikasi lebih lanjut lagi dan demi keamanan," pungkas Zachrudien.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads