Upaya meredam karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memasuki langkah tambahan. Pemerintah memperluas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga wilayah Kobar.
Penyemaian awan dilakukan mulai Minggu (27/9/2026) hingga beberapa hari ke depan menggunakan pesawat Cessna 208 Caravan dengan nomor registrasi PK-YNA. Perluasan wilayah penyemaian awan dilakukan sebagai bagian dari OMC Kalimantan Tengah. Informasi pelaksanaan diterima BPBD Kobar dari Danlanud Iskandar selaku Dansatgasud Karhutla.
Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andhan Santana, membenarkan bahwa wilayah Kobar telah masuk dalam area penyemaian awan. "Minggu sore semai awan melalui OMC sudah berlangsung. Laporan yang kami terima area semai di Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Kotawaringin Barat," kata Andhan, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, OMC dilakukan dengan memanfaatkan keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Bahan penyemaian berupa garam digunakan untuk membantu memicu proses pembentukan hujan dari awan yang tersedia.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan air hujan di wilayah yang terdampak karhutla. Hujan yang turun nantinya diharapkan mampu membasahi lahan sekaligus membantu tim gabungan dalam mengendalikan api.
"Upaya mendatangkan hujan ini dilakukan di tengah karhutla yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kobar. Tim gabungan hingga kini masih melakukan pemadaman dan penanganan terhadap titik-titik kebakaran yang ditemukan di lapangan," katanya.
Data BPBD Kobar mencatat luasan lahan yang terbakar sejak Januari hingga 24 September 2026 mencapai sekitar 2.418 hektare. Selain mengancam lahan dan kawasan hutan, karhutla juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Kepulan asap yang muncul dari kebakaran mengganggu kualitas udara dan dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama.
Andhan berharap OMC dapat segera membuahkan hasil dengan turunnya hujan di wilayah Kobar. "Dengan adanya OMC, semoga hujan dapat segera turun di wilayah Kobar, sehingga membantu proses penanganan Karhutla," pungkasnya.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(sun/des)