Karhutla di Kobar Bertambah, Satu Petugas Dilarikan ke RS

Karhutla di Kobar Bertambah, Satu Petugas Dilarikan ke RS

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Sabtu, 12 Sep 2026 07:00 WIB
Karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)
Karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)/Foto: Istimewa
Kotawaringin Barat -

Penanganan karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, kembali menghadapi situasi sulit. Saat petugas masih berjibaku dengan kobaran api di kawasan Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama KM 20, titik api baru muncul di KM 15.

Titik baru tersebut ditemukan di sisi kanan jalan kawasan KM 15. Munculnya titik api ini membuat petugas harus memperluas pemantauan dan penanganan di sepanjang jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andhan Santana, membenarkan adanya temuan tersebut. Menurutnya, lokasi karhutla di KM 15 merupakan titik berbeda dari kebakaran yang sebelumnya ditangani di KM 20.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini ada titik baru KM 15 kanan jalan," kata Andhan, Jumat (11/9/2026).

Di tengah meluasnya titik penanganan, personel Satgas Karhutla masih terus bekerja di lapangan. Petugas harus menghadapi kobaran api, panas, asap pekat, hingga kondisi medan yang menyulitkan proses pemadaman.

"Situasi tersebut juga berdampak terhadap kondisi personel. Satu anggota Satgas Karhutla dilaporkan harus dibawa ke RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk mendapatkan penanganan medis," ujarnya.

Danton TRC BPBD Kobar, Sayid Abdul Badawi, membenarkan informasi tersebut. Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti identitas maupun instansi asal anggota yang dibawa ke rumah sakit.

"Satu lagi Satgas Karhutla harus dibawa ke RSUD. Kami belum tahu pasti satgas dari mana. Kalau berdasarkan informasi, KPHP, tapi saya belum tahu pasti personelnya atau relawannya," ujar Sayid.

Untuk sementara, anggota tersebut diketahui merupakan bagian dari Satgas Karhutla. Adapun apakah yang bersangkutan merupakan personel Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) atau relawan masih menunggu kepastian dari pihak terkait.

"Munculnya titik baru di KM 15 menambah tantangan bagi tim gabungan. Petugas kini harus memantau sedikitnya dua lokasi berbeda di sepanjang jalur tersebut, sementara kobaran api di KM 20 masih membutuhkan penanganan," katanya.

Kondisi ini sekaligus menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi para personel di lapangan. Selain ancaman api, mereka juga berhadapan dengan paparan asap, suhu panas, serta medan yang dapat menguras kondisi fisik selama proses pemadaman.

"Penanganan karhutla hingga Jumat malam masih berlangsung. Petugas terus melakukan pemadaman dan pemantauan terhadap perkembangan api, sementara kondisi anggota Satgas yang dibawa ke RS serta asal instansinya masih menunggu informasi lebih lanjut," pungkasnya.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads