Kalimantan Timur

Wawali Bontang Sidak SPPG Pukul 1 Dini Hari, Soroti Suhu Ruang hingga Wajan

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Rabu, 23 Sep 2026 16:59 WIB
Wawali Bontang sidak SPPG. Foto: Dok. Istimewa
Bontang -

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris melakukan inspeksi mendadak (sidak) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bontang pada Rabu (23/9) dini hari. Sidak dimulai sekitar pukul 01.40 Wita di SPPG Bontang Selatan 4 dan berlanjut ke SPPG Bontang Selatan 1 Tanjung Laut sekitar pukul 02.15 Wita.

Dua SPPG yang mendapat sorotan Agus yakni SPPG Bontang Selatan 4 dan SPPG Bontang Selatan 1 Tanjung Laut. Peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas dan proses pengolahan makanan memenuhi standar yang ditetapkan.

Di SPPG Bontang Selatan 4, Agus menyoroti kondisi ruang pengemasan. Menurutnya, suhu ruangan tersebut kurang dingin sehingga perlu mendapat perhatian untuk menjaga higienitas makanan sebelum didistribusikan.

"Suhu di ruang pengemasan ini kurang dingin. Suhu optimal itu penting sebagai pencegahan untuk membuat dapur lebih higienis lagi," kata Agus saat di wawancarai awak media, Rabu (23/9/2026).

Secara umum, kondisi dapur SPPG Bontang Selatan 4 terlihat lebih tertata. Mulai dari ruang penyimpanan bahan baku, area pengolahan, hingga ruang pengemasan. Namun, suhu ruang pengemasan menjadi perhatian karena dapur tersebut memiliki kapasitas layanan hingga 2.700 porsi makanan per hari.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke SPPG Bontang Selatan 1 Tanjung Laut. Dapur tersebut memiliki kapasitas layanan sebanyak 2.104 porsi per hari.

Di lokasi itu, Agus mengecek sejumlah fasilitas, termasuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL), kondisi bangunan, hingga peralatan yang digunakan untuk mengolah makanan. Saat melihat peralatan memasak, Agus menyoroti jenis katel atau wajan penggorengan yang digunakan untuk mengolah makanan.

"Katelnya pakai jenis apa ini? Kenapa tidak pakai yang alumunium?" tanya Agus.

Selain peralatan memasak, Agus juga memberikan catatan terkait tata ruang SPPG Bontang Selatan 1. Menurutnya, kondisi tata ruang belum sepenuhnya ideal karena dapur masih memanfaatkan bangunan lama yang telah direnovasi. Sementara itu, fasilitas IPAL di lokasi tersebut masih dalam proses pembenahan agar memenuhi standar sanitasi.




(des/des)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork