80 Dapur MBG Ditargetkan di Balikpapan, Ada Satu yang Curi Perhatian

80 Dapur MBG Ditargetkan di Balikpapan, Ada Satu yang Curi Perhatian

Ary Nindita Intan RS - detikKalimantan
Rabu, 12 Agu 2026 14:30 WIB
Dapur MBG yang berlokasi di Jalan Somber Baru, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara
Dapur MBG yang berlokasi di Jalan Somber Baru, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara/Foto: Ary Nindita Intan RS/detikKalimantan
Balikpapan -

Jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus bertambah di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Makin banyak mitra yang berpartisipasi mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Balikpapan, Laila Suci Pradita mengatakan pembangunan fisik dapur SPPG masih terus bergulir. Saat ini terdapat 36 dapur MBG yang telah beroperasi.

"Sementara itu, sekitar 10 SPPG masih dalam tahap persiapan operasional dan sekitar 30 (dapur) lainnya masih dalam proses pembangunan," ujar Laila, kepada detikKalimantan, Rabu (12/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut SPPG dibangun untuk mendekatkan layanan pemenuhan gizi, sekaligus memastikan distribusi makanan bergizi menjangkau seluruh wilayah. Pihaknya menargetkan 80 dapur MBG dapat beroperasi aktif di Balikpapan.

"Jadi total keseluruhannya untuk dapur di Kota Balikpapan nanti itu ada sekitar 70-80 unit SPPG," kata Laila.

Salah satu dapur MBG telah rampung dibangun di wilayah yang lokasinya cukup jauh dari pusat permukiman padat penduduk. Tepatnya berlokasi di Jalan Somber Baru, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara. Lokasi ini dikenal dengan kawasan industri dan dekat ekosistem mangrove.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menyebut kondisi tersebut tidak menjadi persoalan. Pasalnya, aturan program MBG menetapkan penerima manfaat berada dam radius maksimal 6 kilometer dari dapur SPPG.

"Sasaran penerima manfaat maksimal 6 kilometer dari dapur MBG, kemudian aturan maksimal proses distribusi tidak lebih dari 1 jam. Ini sebenarnya juga ditentukan beberapa sekolah yang berada di wilayah sekitar sini," jelasnya.

Pembangunan fisik telah rampung 100 persen, sebagian peralatan telah tiba dan sejumlah petugas dapur juga sudah ada yang melamar untuk bekerja. Namun, dapur tersebut belum dapat langsung beroperasi.

Penentuan penerima manfaat masih menunggu keputusan BGN. Termasuk penunjukan Kepala SPPG yang menjadi bagian dari tahapan operasional. Operasional ditargetkan maksimal pada September 2026.

"Tinggal dari BGN menunjuk kepala SPPG dan menentukan mana saja sekolah yang menjadi penerima manfaat. Ketika sudah ada, dapur ini bisa operasional paling lambat bulan depan (September)," ucapnya.

Bagus menilai fasilitas yang ada telah cukup dan memenuhi persyaratan. Tinggal melakukan instalasi peralatan untuk mendukung tahap awal pendistribusian makanan bergizi kepada 1.000 penerima manfaat.

"Kemungkinan untuk tahap awal sebagai uji coba sekitar 1.000 porsi atau penerima manfaat. Kemudian secara bertahap meningkat menjadi 2.000 porsi," imbuhnya.

Meski dapur SPPG dibangun berdekatan dengan kawasan industri, pihaknya memastikan area dapur memenuhi kelaikan operasional. Termasuk pengelolaan limbah yang dipastikan berjalan terstandarisasi sehingga tidak mencemari lingkungan ekosistem Mangrove.

"Walaupun dekat dengan kawasan industri, dapur tetap terjamin dan terjaga dari paparan karena berada di dalam. Kemudian juga soal limbah yang dipastikan masuk ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan tidak dibuang langsung ke wilayah Mangrove," pungkas Bagus.



(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads