Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris melakukan inspeksi mendadak (sidak) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bontang pada Rabu (23/9) dini hari. Sidak dimulai sekitar pukul 01.40 Wita di SPPG Bontang Selatan 4 dan berlanjut ke SPPG Bontang Selatan 1 Tanjung Laut sekitar pukul 02.15 Wita.
Dua SPPG yang mendapat sorotan Agus yakni SPPG Bontang Selatan 4 dan SPPG Bontang Selatan 1 Tanjung Laut. Peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas dan proses pengolahan makanan memenuhi standar yang ditetapkan.
Di SPPG Bontang Selatan 4, Agus menyoroti kondisi ruang pengemasan. Menurutnya, suhu ruangan tersebut kurang dingin sehingga perlu mendapat perhatian untuk menjaga higienitas makanan sebelum didistribusikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suhu di ruang pengemasan ini kurang dingin. Suhu optimal itu penting sebagai pencegahan untuk membuat dapur lebih higienis lagi," kata Agus saat di wawancarai awak media, Rabu (23/9/2026).
Secara umum, kondisi dapur SPPG Bontang Selatan 4 terlihat lebih tertata. Mulai dari ruang penyimpanan bahan baku, area pengolahan, hingga ruang pengemasan. Namun, suhu ruang pengemasan menjadi perhatian karena dapur tersebut memiliki kapasitas layanan hingga 2.700 porsi makanan per hari.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke SPPG Bontang Selatan 1 Tanjung Laut. Dapur tersebut memiliki kapasitas layanan sebanyak 2.104 porsi per hari.
Di lokasi itu, Agus mengecek sejumlah fasilitas, termasuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL), kondisi bangunan, hingga peralatan yang digunakan untuk mengolah makanan. Saat melihat peralatan memasak, Agus menyoroti jenis katel atau wajan penggorengan yang digunakan untuk mengolah makanan.
"Katelnya pakai jenis apa ini? Kenapa tidak pakai yang alumunium?" tanya Agus.
Selain peralatan memasak, Agus juga memberikan catatan terkait tata ruang SPPG Bontang Selatan 1. Menurutnya, kondisi tata ruang belum sepenuhnya ideal karena dapur masih memanfaatkan bangunan lama yang telah direnovasi. Sementara itu, fasilitas IPAL di lokasi tersebut masih dalam proses pembenahan agar memenuhi standar sanitasi.
Tanggapan SPPG
Kepala Dapur SPPG Bontang Selatan 4 Aldila Huud menanggapi catatan terkait suhu ruang pengemasan. Dia mengatakan pihaknya telah mengajukan perbaikan berupa penggantian dan penambahan pendingin ruangan.
"Kami sudah meminta untuk pergantian AC dan menambah jumlah AC di ruang pengemasan ini," ujar Aldila.
Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Bontang Selatan 1 Tanjung Laut Eliezer Theophilus menjelaskan alasan pihaknya tidak menggunakan katel berbahan aluminium.
Menurut Eliezer, penggunaan katel aluminium sebelumnya sudah pernah dicoba. Namun, hasil pengolahan ikan dinilai kurang optimal karena makanan mudah lengket.
"Sempat kami coba pakai wajan atau katel berbahan alumunium. Tapi hasilnya ikannya jadi lengket dan kurang optimal. Jadi kami sesuaikan lagi pengolahannya supaya hasil masakannya tidak rusak dan tetap memenuhi standar penyajian," jelas Eliezer.
Terkait kondisi bangunan dan IPAL, Eliezer mengatakan pengelola masih melakukan pembenahan fasilitas. Perbaikan dilakukan untuk menyesuaikan fasilitas dengan kebutuhan operasional dapur.
"Kami masih membenahi fasilitas untuk menyesuaikan operasional dapur," tuturnya.
