Gerimis yang sempat turun di sejumlah wilayah Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah pada Kamis (17/9) sore belum meredakan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bukannya menghilang, asap justru menebal pada Kamis malam hingga Jumat (18/9/2026) pagi. Kondisi tersebut membuat udara di sekitar permukiman warga terasa semakin tidak nyaman, bahkan asap disebut mulai masuk ke dalam rumah.
Endang Sutisna, warga Kelurahan Sidorejo, mengatakan kondisi asap kini cukup mengganggu aktivitas keluarganya. Dampaknya juga mulai dirasakan anaknya yang mengalami batuk dan pilek.
"Anak saya batuk pilek, terkadang diare. Asap bisa masuk ke dalam rumah. Seminggu ini asap makin pekat sejak sore-malam pagi," kata Endang, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, gerimis yang turun pada Kamis sempat membuat warga berharap hujan akan mengguyur wilayah Kobar. Namun, hujan yang dinanti tidak berlangsung lama.
"Semalam sempat ada harapan kira hujan deras, ternyata cuma gerimis sebentar. Malah asap semakin pekat," ujarnya.
Kondisi serupa dirasakan Dede Sunandar, warga lainnya. Ia mengatakan durasi kabut asap terasa semakin panjang dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jika sebelumnya asap lebih dominan terlihat pada pagi hari, kini bertahan hingga siang bahkan sore hari.
"Kalau kemarin-kemarin asap terlihat di pagi, hari ini sudah seharian. Apalagi sore hari," kata Dede.
Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"
(sun/aau)