Asap Karhutla Selubungi Jalur Pangkalan Bun-Kolam, Warga Diimbau Cari Jalan Lain

Kalimantan Tengah

Asap Karhutla Selubungi Jalur Pangkalan Bun-Kolam, Warga Diimbau Cari Jalan Lain

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Minggu, 13 Sep 2026 19:00 WIB
Jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama diselubungi asap pekat.
Jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama diselubungi asap pekat. Foto: Dok. BPBD Kotawaringin Barat
Kotawaringin Barat -

Kepulan asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat ruas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, berbahaya untuk dilintasi. Kondisi terparah terjadi di sepanjang KM 15 hingga KM 22 karena jarak pandang pengguna jalan menurun drastis.

Posko Induk Karhutla Kobar pun meminta masyarakat untuk sementara menghindari jalur tersebut. Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak diminta menunda perjalanan hingga kondisi di lokasi kembali memungkinkan.

Asap yang menyelimuti ruas jalan tersebut tidak hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan. Pengendara bisa kesulitan melihat badan jalan maupun kendaraan lain akibat jarak pandang yang terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel membenarkan adanya imbauan tersebut. Dia meminta masyarakat tidak memaksakan diri melewati kawasan yang saat ini masih dalam penanganan petugas.

"Benar, kami mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari atau menunda perjalanan di jalur KM 15 sampai KM 22 karena kondisi asap," ujar Samuel, Minggu (13/9/2026).

Menurut Samuel, masyarakat yang sudah berada di kawasan tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Pengendara juga diminta tidak mengambil risiko apabila kondisi asap semakin tebal dan jarak pandang memburuk.

Danton TRC BPBD Kobar Sayed Abdul Badawi menggambarkan kondisi asap di lokasi cukup ekstrem. Bahkan, petugas yang sedang melakukan penanganan karhutla harus berhadapan dengan kepulan asap yang terus mengepung kawasan.

"Asap dari KM 15 sampai KM 22 sangat pekat, full asap. Kami petugas belum menyerah dan berusaha semampu mungkin," kata Sayed.

Tebalnya asap menjadi tantangan tersendiri bagi petugas yang berjibaku memadamkan api. Selain menghambat jarak pandang, kondisi tersebut juga dapat mengganggu pergerakan personel saat melakukan penanganan di titik kebakaran.

Sayed mengatakan petugas tetap berupaya melakukan pemadaman selama kondisi di lapangan memungkinkan. Namun, keselamatan personel menjadi pertimbangan utama jika asap semakin pekat dan mengepung lokasi.

"Kami sementara masih bisa dilawan, tapi kalau asap pekat yang terus mengepung kami, lebih baik kami mundur sesaat. Bukan menyerah, ini demi menjaga keseimbangan tubuh agar kami tidak tepar," tegasnya.

Posko Induk Karhutla Kobar mengingatkan masyarakat, terutama lansia, anak-anak, ibu hamil serta warga dengan riwayat asma atau gangguan pernapasan, untuk menjauhi kawasan yang diselimuti asap pekat.

Hingga Minggu (13/9/2026), petugas masih melakukan penanganan karhutla di kawasan KM 15 hingga KM 22. Di tengah kondisi "full asap", masyarakat diminta mengutamakan keselamatan dengan tidak melintas sementara di jalur tersebut.



(des/des)

Koleksi Pilihan

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads