Dua penerbangan menuju Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah dilaporkan mengalami penundaan akibat pekatnya kabut asap di Kobar. Jarak pandang atau visibility di kawasan bandara pada Jumat (21/8) pagi dilaporkan merosot hingga sekitar 500 meter, jauh di bawah batas minimum operasional yang disebut berada di kisaran 800 meter.
"Penurunan jarak pandang ini berdampak langsung terhadap jadwal penerbangan. Dua pesawat yang melayani rute Jakarta-Pangkalan Bun, yakni Nam Air IN190 dan Batik Air ID-6202, mengalami keterlambatan keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta," ujar Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Adnan Santana.
"Delay kedua penerbangan tersebut diperkirakan mencapai sekitar dua jam. Jadwal keberangkatan selanjutnya masih menunggu perkembangan kondisi jarak pandang di Bandara Iskandar," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adnan mengatakan pihaknya terus memantau kondisi di Bandara Iskandar, terutama perubahan jarak pandang yang dipengaruhi kabut asap. Menurutnya, visibility menjadi salah satu faktor penting dalam operasional penerbangan karena jarak pandang yang terlalu rendah dapat memengaruhi keselamatan penerbangan.
"Gangguan juga berpotensi menjalar ke jadwal penerbangan berikutnya. Pasalnya, satu pesawat Nam Air digunakan untuk melayani beberapa rute secara beruntun sehingga keterlambatan pada satu penerbangan dapat berdampak pada penerbangan selanjutnya," kata dia.
Sementara itu, Forecaster on Duty BMKG Kotawaringin Ni Kadek Trisna Dewi membenarkan konsentrasi asap di wilayah Kobar dalam beberapa hari terakhir semakin meningkat, terutama pada pagi hari.
"Kondisi tersebut membuat jarak pandang mendatar menurun cukup signifikan. Pada kondisi normal pagi hari, jarak pandang berada di kisaran 1.000 hingga 2.000 meter. Namun, ketika konsentrasi asap meningkat, visibility dapat merosot hingga hanya beberapa ratus meter," katanya.
Memasuki siang hari, konsentrasi asap biasanya mulai berkurang sehingga jarak pandang berangsur membaik. Namun, kondisi ini sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin, sebaran asap, serta perkembangan titik panas dan karhutla.
"BMKG juga menyebut belum terdapat indikasi hujan signifikan di wilayah Kobar. Cuaca masih cenderung cerah hingga berawan dengan suhu udara yang relatif panas," ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tetap waspada, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan pada pagi hari. Penggunaan masker juga dianjurkan sebagai langkah perlindungan dari paparan asap.
Kabut asap yang mulai mengganggu penerbangan ini menjadi sinyal bahwa dampak karhutla di Kobar tidak hanya menyentuh persoalan lingkungan, tetapi juga mulai menghambat mobilitas masyarakat melalui jalur udara.
Simak Video "Video Kota di Pakistan Diselimuti Kabut Asap Berbahaya!"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)
Koleksi Pilihan
Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan
