Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menimbulkan ancaman serius bagi permukiman warga di Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Api yang membakar lahan di belakang rumah warga diduga merambat hingga mengenai dua bangunan.
Peristiwa di Jalan Pengaringan Permai, Kompleks Perumahan Ariyaga Jalur XI A, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang tersebut dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kotim pada , Rabu (16/9). Hanya berselang dua menit, petugas tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.
Kepala Regu I Disdamkarmat Kotim Isra Hidayat mengatakan, saat petugas datang, api sudah menjalar ke bagian dapur salah satu rumah warga. Bangunan tersebut diketahui merupakan bangunan nonpermanen yang sebagian besar menggunakan material kayu.
"Sesampainya kami di lokasi, api sudah membakar bagian dapur salah satu rumah yang merupakan bangunan nonpermanen berbahan kayu. Api juga membakar bagian plafon rumah tersebut," kata Isra, Rabu (16/9/2026).
Tak hanya satu rumah, bangunan lain di sekitar lokasi juga ikut terdampak. Api membakar bagian plafon bangunan tersebut akibat penjalaran kobaran api dari area lahan yang terbakar.
Informasi dari warga, sumber api diduga berasal dari lahan di belakang permukiman. Kobaran api kemudian merambat hingga mencapai bagian dapur rumah yang terbuat dari kayu.
"Saat kejadian, pemilik rumah bernama Muis, sekitar 35 tahun, sedang tidak berada di rumah. Rumah tersebut diketahui dihuni empat orang," katanya.
Beruntung, kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Petugas Damkarmat langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api semakin meluas dan menjalar ke rumah warga lainnya.
"Sebanyak satu unit mobil pemadam dan satu mobil tangki dikerahkan ke lokasi. Upaya pemadaman juga diperkuat dengan suplai air dari mobil tangki PT Wilmar dan PT Suka Jadi Sawit Mekar, serta dukungan Tim Posko Tanggap Darurat Karhutla," ujarnya.
Setelah berjibaku memadamkan api, petugas berhasil melokalisir kebakaran sekitar pukul 10.20 WIB. Pendinginan kemudian dilakukan mulai pukul 11.00
WIB sembari memeriksa area sekitar untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.
Petugas selanjutnya menyiram lahan di sekitar rumah yang terbakar untuk mengantisipasi penjalaran ulang. Seluruh proses penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 12.00 WIB.
"Kebakaran ini menjadi peringatan bahwa karhutla yang terjadi di sekitar permukiman dapat dengan cepat berubah menjadi ancaman terhadap bangunan warga. Terlebih, material seperti kayu membuat rumah lebih mudah terdampak ketika kobaran api mendekat," pungkasnya.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(bai/bai)