Detik-detik Karhutla Nyaris Merembet ke Rumah Warga Kotim

Detik-detik Karhutla Nyaris Merembet ke Rumah Warga Kotim

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Senin, 13 Jul 2026 17:36 WIB
Karhutla Nyaris Merembet ke Rumah Warga Kotim
Saat petugas memadamkan Karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur/Foto: Istimewa
Kotawaringin Timur -

Karhutla mengancam kawasan permukiman di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kobaran api yang melalap semak belukar di Jalan MT Haryono Barat, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin (13/7/2026) dini hari, nyaris merembet ke rumah warga dan jaringan listrik.

Beruntung, respons cepat personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim mampu mengendalikan api sebelum meluas dan memicu dampak yang lebih besar. Kepala Peleton 2 Damkarmat Kotim, Muhammad Febbry, menjelaskan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 00.30 WIB. Setelah menerima informasi dari masyarakat, tim langsung melakukan persiapan dan bergerak menuju lokasi kejadian.

"Petugas piket menerima laporan adanya kebakaran lahan di Jalan MT Haryono Barat. Begitu informasi diterima, tim langsung melakukan persiapan dan berangkat ke lokasi untuk melakukan pemadaman," kata Febbry, Senin (13/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat tiba di lokasi, petugas menemukan api membakar lahan semak belukar di dua titik berbeda. Titik pertama hanya berjarak sekitar tiga meter dari rumah warga, sedangkan titik kedua berada sekitar 10 meter dari tiang listrik sehingga berpotensi membahayakan apabila kobaran api terus membesar.

"Pemadaman dilakukan di dua titik. Satu titik berada sangat dekat dengan rumah warga, sekitar tiga meter, sedangkan titik lainnya hanya sekitar 10 meter dari tiang listrik. Kondisi ini cukup berisiko jika api tidak segera dikendalikan," ujarnya.

Petugas berjibaku selama lebih dari 30 menit hingga api dipadamkan sepenuhnya. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 20 x 50 meter dan didominasi semak belukar.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material, penyebab kebakaran diduga akibat unsur kesengajaan atau arson. "Dugaan tersebut masih menjadi perhatian pihak terkait sembari mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran di tengah musim kemarau," pungkasnya.



(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads