Perangi Karhutla, Petugas Buat Sumur Bor Dekat Trans Kalimantan-Bandara Sampit

Kalimantan Tengah

Perangi Karhutla, Petugas Buat Sumur Bor Dekat Trans Kalimantan-Bandara Sampit

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 14 Agu 2026 10:16 WIB
Petugas buat sumur bor dekar lokasi karhutla di Kotim
Foto: Petugas buat sumur bor dekar lokasi karhutla di Kotim (Dok. Manggala Agni Kotim)
Kotawaringin Timur -

Mangala Agni di Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menyiapkan sumur bor manual sebagai sumber air alternatif untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sumur bor tersebut dibuat di Jalan Tjilik Riwut, sekitar pintu masuk Sagonta Kota, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang. Lokasi ini dipilih karena berada di kawasan yang memiliki sejumlah titik rawan kebakaran sekaligus berada di jalur strategis menuju Trans Kalimantan dan Bandara H Asan Sampit.

Komandan Daops Pangkalan Bun Seksi Wilayah III Kalsel-Teng, Binsar Oktavianus Togatorop, mengatakan persoalan akses air menjadi salah satu kendala yang membuat penanganan karhutla, khususnya di lahan gambut, tidak mudah dituntaskan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini karena wilayah ini kesulitan akses air untuk pemadaman karhutla. Ini juga yang mengakibatkan pemadaman api di lahan gambut sering tak tuntas," ujarnya, Jumat (14/8/2026).

Menurut Binsar, ketersediaan air di sekitar titik kebakaran sangat menentukan kecepatan petugas dalam melakukan pemadaman. Karena itu, keberadaan sumber air alternatif di lokasi strategis dinilai dapat membantu mempercepat pengisian air tanpa harus mencari titik sumber air yang jauh dari lokasi kejadian.

"Saat ini, satu sumur bor telah dibuat dengan kedalaman sekitar 24 meter. Sumur tersebut sudah mengeluarkan air, meski debitnya masih belum terlalu besar," katanya.

Sumur itu nantinya diproyeksikan menjadi salah satu sumber air untuk mendukung kegiatan pemadaman karhutla. Dengan sumber air yang lebih dekat, petugas pemadam dan BPBD diharapkan dapat menghemat waktu ketika membutuhkan pasokan air di tengah operasi.

"Harapannya petugas pemadam kebakaran dan BPBD bisa mengakses air tanpa harus mencari titik pengisian," kata Binsar.

Kebutuhan air makin krusial ketika api melanda lahan gambut. Karakteristik gambut membuat api tidak hanya menyebar di permukaan, tetapi juga dapat merambat di bawah tanah sehingga proses pemadaman membutuhkan pasokan air yang cukup untuk mematikan api sekaligus melakukan pendinginan.

"Pendinginan menjadi tahap penting untuk mencegah munculnya kembali titik api setelah api di permukaan berhasil dipadamkan,"ujarnya

Mangala Agni saat ini masih memantau debit air dari sumur tersebut. Apabila pasokan air dinilai mencukupi kebutuhan operasional, sumur bor itu akan dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif dalam penanganan karhutla di kawasan Baamang.

"Ketersediaan sumber air yang dekat dengan titik rawan diharapkan membuat respons pemadaman lebih cepat sekaligus meningkatkan peluang api benar-benar padam hingga ke titik rawan di dalam lahan gambut," pungkasnya.

Data terbaru 14 Agustus 2026 ada 218 kejadian karhutla dengan luasan ynag terbakar mencapai 385 hektare terbakar, dan ada sebanyak 1.531 hotspot.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads