PM2.5 dan PM10 saat ini mungkin tidak asing lagi di telinga banyak orang. Istilah ini sering muncul ketika mengecek kualitas udara, apalagi saat ini Indonesia tengah dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah.
Kedua istilah itu merupakan particulate matter (PM) atau partikulat, yaitu campuran partikel padat dan cair berukuran sangat kecil yang melayang di udara. Menurut World Health Organization (WHO), PM10 adalah partikel dengan diameter aerodinamis hingga 10 mikrometer, sedangkan PM2.5 berukuran jauh lebih kecil, yakni hingga 2,5 mikrometer.
Semakin kecil partikelnya, semakin jauh dan mudah pula partikel masuk ke dalam sistem pernapasan. PM10 bisa terhirup dan masuk ke saluran pernapasan, sementara PM2.5 lebih parah karena mampu menembus lebih dalam hingga ke paru-paru dan bahkan masuk ke aliran darah.
Lantas, apa sebenarnya perbedaan PM2.5 dan PM10, dari mana asalnya, dan bagaimana dampaknya bagi kesehatan? Yuk, kenali lebih dalam.
Apa Itu PM2.5 dan PM10?
Particulate matter (PM) atau partikulat merupakan campuran partikel padat dan tetesan cair yang sangat kecil dan melayang di udara. Menurut United States Environmental Protection Agency (EPA), sebagian partikel berukuran 10 mikrometer atau lebih kecil dapat masuk jauh ke dalam paru-paru, sementara partikel yang berukuran 2,5 mikrometer atau PM2.5 punya risiko kesehatan yang lebih besar karena ukurannya jauh lebih kecil.
Secara sederhana, PM10 adalah partikel dengan diameter 10 mikrometer atau kurang, sedangkan PM2.5 berdiameter 2,5 mikrometer atau kurang. Karena ukurannya lebih kecil, PM2.5 dapat menembus lebih jauh ke dalam sistem pernapasan.
Sebagai gambaran, menurut beberapa sumber, ukuran PM2.5 bahkan hanya sekitar 1/30 dari diameter rambut manusia. Partikel sekecil ini juga berasal dari proses pembakaran, termasuk asap kendaraan, pembakaran sampah, dan kebakaran hutan. Dalam sistem pemantauan kualitas udara di Indonesia, PM10 dan PM2.5 juga termasuk parameter yang digunakan untuk menghitung Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(bai/bai)