Krisis air bersih akibat kemarau panjang turut berdampak pada lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) di Samarinda, Kalimantan Timur. Ribuan warga binaan pemasyarakatan (WBP) diminta menghemat penggunaan air.
Kondisi tersebut terjadi setelah distribusi air dari Perumda Tirta Kencana Samarinda atau PDAM mengalami gangguan. Perumda Tirta Kencana menyebut kadar klorida Sungai Mahakam yang menjadi sumber air baku berada dalam kondisi kritis sehingga sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) mengurangi jam operasional.
Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda Yohanis Varianto mengatakan distribusi air ke lapas sempat tersendat selama dua hari. Pihak lapas kemudian mengandalkan sejumlah bak penampungan yang tersedia di setiap blok.
"Sudah 2 hari memang air juga tersendat. Namun kami di Lapas punya banyak bak penampungan. Setiap blok ada bak penampungan sehingga ketika air mengalir kami langsung menampung untuk kebutuhan air warga binaan," kata Yohanis kepada detikKalimantan, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pihak lapas meminta warga binaan mengurangi penggunaan air. Terlebih, jumlah penghuni Lapas Kelas IIA Samarinda saat ini mencapai 787 orang, jauh melebihi kapasitas ideal yang hanya sekitar 215 orang.
"Memang kebutuhan air bersih itu sangat penting sekali di sini setiap harinya," ujarnya.
Pihak lapas juga telah berkoordinasi dengan Perumda Tirta Kencana untuk mendapatkan pasokan air bersih tambahan. Beruntungnya permintaan tersebut langsung mendapat respons.
"Hari ini setelah kami melayangkan surat, respons PDAM langsung mengirimkan satu tangki air untuk sementara, dengan berapa kubik air sehingga untuk kebutuhan mendesak warga binaan masih bisa terpenuhi," jelasnya.
Yohanis mengatakan kebutuhan air untuk ratusan warga binaan cukup besar, terutama untuk mandi, mencuci pakaian dan kebutuhan sanitasi.
Untuk mengantisipasi kekurangan air, setiap blok di Lapas Samarinda telah dilengkapi bak penampungan dan tandon. Namun, kapasitas yang tersedia tetap terbatas ketika pasokan air dari PDAM tersendat.
"Dengan musim krisis air seperti saat ini di Samarinda, kami mengimbau kepada warga binaan supaya berhemat air sementara waktu," katanya.
Dia menyebut warga binaan juga diminta memprioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan yang paling mendesak dan mendasar, agar seluruh WBP kenagian memenuhi kebutuhan air setiap hari.
"Jadi kalau untuk mandi yang biasanya menggunakan banyak air dapat dibatasi supaya wbp yang lain kebagian air bersih," ungkapnya.
Simak Video "Video: Krisis Air Bersih di Kadujajar, 2 Km Ditempuh Demi Setetes Air Bersih"
(bai/bai)