Asap Putih Karhutla dari Kukar Selimuti Samarinda

Asap Putih Karhutla dari Kukar Selimuti Samarinda

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Rabu, 16 Sep 2026 21:30 WIB
Asap putih menyelimuti sejumlah wilayah Kota Samarinda
Asap putih menyelimuti sejumlah wilayah Kota Samarinda/Foto: Muhammad Budi Kurniawan/detikKalimantan
Samarinda -

Asap putih menyelimuti sejumlah wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), sejak Rabu (16/9/2026) pagi hingga sore hari. Asap tersebut disebut berasal dari karhutla di Sungai Bawang, Kutai Kartanegara (Kukar), yang terbawa angin ke arah Samarinda.

Kondisi ini dirasakan warga di sejumlah kawasan. Kabut asap tampak semakin pekat menjelang siang hingga sore hari, disertai keluhan napas tidak nyaman dan mata perih. Salah satunya Mei (38), warga Kelurahan Jawa yang mengatakan asap mulai terlihat sejak sekitar pukul 06.00 Wita.

"Awalnya saya kira mendung, ternyata asap," kata Mei kepada detikKalimantan, Rabu (16/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Mei, asap semakin pekat seiring berjalannya waktu. Bau asap juga cukup menyengat hingga membuatnya merasa sesak dan matanya perih.

"Jelas Khawatir. Kan asap, apalagi baunya enggak enak. Seperti belerang. Bikin sesak, mata juga perih," tuturnya.

Kondisi tersebut membuat Mei meminta anaknya menggunakan masker saat beraktivitas. Dia khawatir paparan asap mengganggu aktivitas anaknya yang masih bersekolah.

Sementara itu, Kepala BPBD Samarinda Suwarso membenarkan adanya asap karhutla yang terbawa angin dari wilayah Kukar menuju Samarinda. Pergerakan asap tersebut turut berdampak terhadap jarak pandang.

"Saat ini asap karhutla dari Sungai Bawang (Kukar), terbawa angin mengarah ke Bandara APT Pranoto (Samarinda) dan memengaruhi jarak pandang," kata Suwarso saat dikonfirmasi.

Suwarso mengatakan kondisi tersebut diperkirakan terjadi sampai besok, Kamis (17/9/2026). Berdasarkan prediksi BMKG, terdapat pertumbuhan awan di Samarinda yang membuat asap dari karhutla tertahan.

"Sesuai prediksi BMKG bahwa tanggal 16-17 September 2026 ada pertumbuhan awan di kota Samarinda, sehingga asap dari dampak karhutla naik tertahan awan, sehingga sinar matahari tertutup awan," jelasnya.

Meski jarak pandang terdampak, Suwarso menyebut aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto masih berjalan normal. Ia pun mengimbau masyarakat menggunakan masker dan membatasi masuknya udara luar ke dalam rumah.

"Gunakan masker dengan efisiensi filtrasi terbaik dan ganti secara berkala. Tutup pintu dan jendela untuk meminimalkan udara kotor masuk rumah," pungkasnya.

Sebagai informasi, data Stasiun Meteorologi APT Pranoto yang dikutip dari laman BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 pada pukul 15.00 Wita mencapai 161,7 µg/m³. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 210,4 µg/m³ pada pukul 16.00 Wita. Namun menurun menjadi 168,4 µg/m³ pukul 17.00 Wita. Meski begitu, angka tersebut berada dalam kategori sangat tidak sehat.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads