Air Waduk Manggar dan Teritip di Balikpapan Menyusut, Ini Dampaknya

Air Waduk Manggar dan Teritip di Balikpapan Menyusut, Ini Dampaknya

Ary Nindita Intan RS - detikKalimantan
Rabu, 09 Sep 2026 06:00 WIB
Direktur Operasional PTMB, Ali Rachman
Direktur Operasional PTMB, Ali Rachman/Foto: Istimewa
Balikpapan -

Ketinggian air di Waduk Manggar dan Waduk Teritip, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), terus menyusut akibat kemarau. Elevasi muka air Waduk Manggar kini sekitar 9,1 meter dari batas normal yang seharusnya mencapai 10 meter.

"Saat ini level ketinggian air di Waduk Manggar sekitar 9,1. Statusnya masih normal, masuk dalam kategori darurat jika berada di level 8 ke bawah," ujar Direktur Operasional PTMB, Ali Rachman, Selasa (8/9/2026).

Penurunan pasokan air baku tersebut berdampak pada layanan distribusi air bersih. Dua instalasi pengolahan air (IPA) Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) tidak lagi dapat berjalan optimal selama 24 jam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari sembilan IPA yang kami miliki, ada dua layanan IPA yang pengolahannya sedikit terganggu," imbuhnya.

Kondisi ini terutama dirasakan pelanggan di wilayah Balikpapan Timur dan sejumlah kawasan lainnya yang bergantung pada pasokan air dari kedua waduk. Di antaranya IPA Teritip dan IPA Kilometer 12.

"IPA Teritip yang biasanya berkapasitas 200-220 liter per detik, sekarang menurun menjadi sekitar 100-110 liter per detik," kata Ali.

Sementara itu, IPA di Kilometer 12 yang biasanya 80-100 liter per detik, kini mengalami gangguan operasional. Hal itu menyebabkan produksi air di IPA Kilometer 12 sempat mati total.

"IPA Kilometer 12 yang memiliki kapasitas normal 80-100 liter per detik itu sempat mati total dan mungkin baru bisa beroperasi pada sore atau malam hari," tambahnya.

Pelanggan di wilayah layanan kedua IPA tersebut diperkirakan hanya mendapatkan aliran air kurang dari 12 jam. Meski begitu, PTMB memastikan pelanggan tetap akan mendapatkan pasokan air.

"Untuk pelayanan di dua IPA tersebut, mohon maaf kami mungkin tidak bisa maksimal melayani 24 jam. Tetapi akan mendapatkan air mungkin di bawah 12 jam," tuturnya.

Ali menegaskan distribusi air ke rumah warga tidak terhenti sepenuhnya meski layanan berkurang. Kondisi tersebut hanya membuat pelayanan belum optimal. Sementara itu, 7 IPA lainnya masih beroperasi normal.

"Layanan tidak mati total, cuma belum secara optimal seperti biasanya. Sedangkan untuk layanan tujuh IPA lainnya masih beroperasi normal dan tidak ada gangguan," tandasnya.

Penurunan kapasitas ini berdasarkan instruksi terkait Surat Izin Pemanfaatan Air (SIPA) dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV yang berlaku sejak 1 September 2026. Alokasi pengambilan air waduk terpaksa dipangkas.

Pengambilan air baku di Waduk Manggar yang sebelumnya 1.150 liter per detik diturunkan menjadi 900 liter per detik. Sementara di Waduk Teritip dari 220 liter per detik menjadi 110 liter per detik.

"Kapasitas pengambilan air di Waduk Manggar turun 250 liter per detik. Kemudian di Waduk Teritip berkurang hingga 50 persen atau turun 110 liter per detik. Total penurunan dari dua sumber air baku sekitar 360 liter per detik," pungkasnya.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads