Debu Karhutla Kobar Masuk Rumah, Warga Terpaksa Nyapu 5-6 Kali Sehari

Kalimantan Tengah

Debu Karhutla Kobar Masuk Rumah, Warga Terpaksa Nyapu 5-6 Kali Sehari

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Senin, 31 Agu 2026 13:00 WIB
Desi Ratnasari, warga Kotawaringin Barat, saat menyapu rumah yang penuh debu karhutla
Desi Ratnasari, warga Kotawaringin Barat, saat menyapu rumah yang penuh debu karhutla. Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Kotawaringin Barat -

Kabut asap di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, tak cuma dirasakan warga ketika ke luar rumah. Asap kini mulai masuk ke dalam rumah hingga menyesakkan napas serta mengotori lantai.

Desi Ratnasari, warga Karang Anyar Kecamatan Arut Selatan, menyebut kondisi tersebut semakin terasa dalam beberapa hari terakhir. Rumah yang baru saja dibersihkan kembali kotor karena debu terus masuk dari luar. Debu yang terbawa angin masuk melalui celah pintu dan jendela, kemudian menempel di lantai, perabotan hingga kamar tidur.

"Debunya sudah mulai masuk ke dalam rumah. Sehari bisa menyapu lima sampai enam kali. Debunya juga sampai masuk ke kamar," ujar Desi, Senin (31/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pekerjaan rumah tangga menjadi lebih berat. Aktivitas membersihkan rumah harus dilakukan berulang kali karena debu kembali muncul meski sebelumnya sudah dibersihkan.

Keluhan serupa datang dari Rini Wulandari, warga Pasir Panjang. Ia mengaku asap dan debu sudah masuk ke rumahnya meskipun titik karhutla disebut berada cukup jauh dari permukiman.

"Asap sudah masuk ke rumah, debu-debunya juga. Padahal jarak karhutla jauh dari rumah saya, tapi sekarang sudah makin parah," kata Rini.

Pintu dan jendela yang ditutup belum tentu mampu mencegah seluruh debu masuk bersama sirkulasi udara. Situasi ini juga menimbulkan kekhawatiran warga terhadap kesehatan keluarga.

"Paparan asap dan debu yang berlangsung terus-menerus dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan pernapasan, terutama pada anak-anak serta warga yang sensitif terhadap kualitas udara," katanya.

Warga berharap penanganan karhutla di Kobar terus diperkuat. Titik-titik kebakaran yang masih menghasilkan asap diharapkan segera dikendalikan agar dampaknya tidak semakin meluas ke kawasan permukiman.

"Karhutla di Kobar kini bukan lagi persoalan yang hanya terlihat dari kepulan asap di kejauhan. Ketika debu sudah menempel di lantai, perabotan hingga kamar tidur, dampak kebakaran telah benar-benar masuk ke ruang kehidupan warga," pungkasnya.



(des/des)

Koleksi Pilihan

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads