Karhutla Terjadi di Pinggiran Samarinda, Ada Dugaan Faktor Kesengajaan

Riani Rahayu - detikKalimantan
Rabu, 05 Agu 2026 07:00 WIB
Peta sebaran kejadian Karhutla di Kota Samarinda periode Januari-Agustus 2026/Foto: Istimewa
Samarinda -

Polresta Samarinda mencatat delapan kejadian kebakaran lahan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) sejak Juli hingga awal Agustus 2026. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), sebagian besar kebakaran dipicu aktivitas pembakaran sampah maupun rumput hasil pembersihan lahan tanpa pengawasan.

Kapolresta Samarinda, Kombes Hendri Umar mengatakan, delapan kebakaran lahan tersebut terjadi di sejumlah kawasan pinggiran kota. Di antaranya Kelurahan Bukuan dan Bantuas di Kecamatan Palaran, Sidodadi dan Bukit Pinang di Kecamatan Samarinda Ulu, Mugirejo di Kecamatan Sungai Pinang, serta Sempaja Utara di Kecamatan Samarinda Utara.

"Melihat karakteristik wilayah, semua terjadi di wilayah pinggiran yang memang masih banyak lahan kosong," ujarnya dalam meeting online terkait Pencegahan Karhutla dan Antisipas Fenomena El Nino, Selasa (4/8/2026).

Ia mengatakan potensi kebakaran lahan masih dapat meningkat. Terlebih dari hasil olah TKP, kebakaran lahan dipicu dari aktivitas masyarakat seperti pembakaran sampah dan pembukaan lahan.

"Selain faktor kelalaian, ada juga satu titik kebakaran lahan yang belum diketahui asal apinya. Diduga ada faktor kesengajaan dan faktor lain yang perlu kita cari tahu bersama," jelasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD Samarinda Suwarso mengungkapkan sepanjang tahun 2026, kejadian karhutla terbanyak berada di Kecamatan Samarinda Ulu dan Sambutan dengan masing-masing tujuh kejadian. Selanjutnya Palaran mencatat lima kejadian, Samarinda Utara dan Sungai Pinang masing-masing empat kejadian, Sungai Kunjang tiga kejadian, serta Loa Janan Ilir satu kejadian.

"Hingga 3 Agustus 2026, kami mencatat telah terjadi 31 kejadian karhutla di Kota Samarinda dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 13,97 hektare," kata Suwarso.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan maupun membakar sampah sembarangan. Terutama saat cuaca kering, guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kota Samarinda.

"Hindari pembukaan lahan dengan cara membakar. Segera laporkan apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran," pungkasnya.



Simak Video "Menikmati Keindahan Perjalanan Naik Kapal Menuju Pulau Segajah di Kalimantan Timur "

(sun/bai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork