Sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina memicu ketegangan warga Kotawaringin Barat (Kobar). Bahkan sempat hampir terjadi baku hantam antarwarga yang sedang antre di SPBU Sungai Tendang, Kumai, Kobar.
Antrean panjang BBM subsidi di SPBU Sungai Tendang, wilayah Kecamatan Kumai, Kobar, sempat memicu ketegangan pada Sabtu (1/8/2026) sore. Sejumlah warga yang tengah mengantre BBM terlibat cekcok hingga nyaris berujung adu fisik.
Salah seorang warga, Roni Sahaja, mengatakan keributan terjadi ketika masyarakat sedang menunggu giliran. Ia mengaku melihat kejadian tersebut dari kejauhan.
"Saya saat itu hanya melihat saja. Tiba-tiba terjadi keributan dan hampir baku hantam. Beruntung, situasi tidak sampai berkembang menjadi perkelahian. Anggota Polsek Kumai yang berada di lokasi langsung bergerak mengamankan situasi dan menenangkan warga yang terlibat perselisihan," jelas Roni, Sabtu.
Kapolsek Kumai Polres Kotawaringin Barat Ipda Kamalul Fahmi membenarkan adanya keributan tersebut. Menurutnya, pemandangan ini memang kerap terjadi di sejumlah SPBU di wilayahnya dalam beberapa waktu terakhir.
"SPBU yang ada di wilayah Kecamatan Kumai memang antreannya panjang," ujar Kamalul.
Dipicu Antrean Panjang
Panjangnya antrean dipengaruhi oleh perubahan pilihan masyarakat dalam membeli BBM. Warga yang sebelumnya menggunakan Pertamax kini banyak beralih membeli Pertalite. Bahkan, sebagian masyarakat rela datang sejak pagi buta, sebelum SPBU dibuka demi mendapatkan BBM.
"Biasanya masyarakat menggunakan Pertamax, sekarang beralih ke Pertalite. Masyarakat lebih memilih mengantre ke Pertalite. Mereka antre dari pagi sebelum SPBU buka agar mendapatkan kuota Pertalite," jelasnya.
Lamanya waktu menunggu, ditambah kondisi antrean yang padat, dinilai membuat emosi pengantre lebih mudah naik. Insiden di SPBU Sungai Tendang diduga kuat dipicu oleh kesalahpahaman antarwarga.
"Yang tadi sempat ada keributan di SPBU Sungai Tendang, mereka salah selisih pembicaraan sesama pengantri. Mungkin karena antrean lama, emosi cepat memuncak," ungkapnya.
Simak Video "Video: Pertalite Tercampur Air Bikin Motor Warga Tasikmalaya Mendadak Mogok"
(bai/bai)