'Panas' Antrean BBM di Kobar yang Menyulut Emosi Warga

Round-up

'Panas' Antrean BBM di Kobar yang Menyulut Emosi Warga

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Minggu, 02 Agu 2026 16:30 WIB
Antrean SPBU di Kotawaringin Barat.
Foto: Antrean SPBU di Kotawaringin Barat (Sigit Pamungkas/detikKalimantan)
Kotawaringin Barat -

Sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina memicu ketegangan warga Kotawaringin Barat (Kobar). Bahkan sempat hampir terjadi baku hantam antarwarga yang sedang antre di SPBU Sungai Tendang, Kumai, Kobar.

Antrean panjang BBM subsidi di SPBU Sungai Tendang, wilayah Kecamatan Kumai, Kobar, sempat memicu ketegangan pada Sabtu (1/8/2026) sore. Sejumlah warga yang tengah mengantre BBM terlibat cekcok hingga nyaris berujung adu fisik.

Salah seorang warga, Roni Sahaja, mengatakan keributan terjadi ketika masyarakat sedang menunggu giliran. Ia mengaku melihat kejadian tersebut dari kejauhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya saat itu hanya melihat saja. Tiba-tiba terjadi keributan dan hampir baku hantam. Beruntung, situasi tidak sampai berkembang menjadi perkelahian. Anggota Polsek Kumai yang berada di lokasi langsung bergerak mengamankan situasi dan menenangkan warga yang terlibat perselisihan," jelas Roni, Sabtu.

Kapolsek Kumai Polres Kotawaringin Barat Ipda Kamalul Fahmi membenarkan adanya keributan tersebut. Menurutnya, pemandangan ini memang kerap terjadi di sejumlah SPBU di wilayahnya dalam beberapa waktu terakhir.

"SPBU yang ada di wilayah Kecamatan Kumai memang antreannya panjang," ujar Kamalul.

Dipicu Antrean Panjang

Panjangnya antrean dipengaruhi oleh perubahan pilihan masyarakat dalam membeli BBM. Warga yang sebelumnya menggunakan Pertamax kini banyak beralih membeli Pertalite. Bahkan, sebagian masyarakat rela datang sejak pagi buta, sebelum SPBU dibuka demi mendapatkan BBM.

"Biasanya masyarakat menggunakan Pertamax, sekarang beralih ke Pertalite. Masyarakat lebih memilih mengantre ke Pertalite. Mereka antre dari pagi sebelum SPBU buka agar mendapatkan kuota Pertalite," jelasnya.

Lamanya waktu menunggu, ditambah kondisi antrean yang padat, dinilai membuat emosi pengantre lebih mudah naik. Insiden di SPBU Sungai Tendang diduga kuat dipicu oleh kesalahpahaman antarwarga.

"Yang tadi sempat ada keributan di SPBU Sungai Tendang, mereka salah selisih pembicaraan sesama pengantri. Mungkin karena antrean lama, emosi cepat memuncak," ungkapnya.

Pasokan Tersendat dan Penertiban Pelangsir

Antrean yang mengular ini pada dasarnya berakar dari pasokan BBM yang tersendat di Kalimantan. Merespons hal ini, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengklaim tengah mempercepat normalisasi distribusi.

"Kami memahami kekhawatiran masyarakat atas antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Saat ini kapal-kapal pengangkut BBM telah tiba dan proses penerimaan pasokan terus berlangsung," ujar Area Manager Communication, Relations & CSR, Edi Mangun.

Di sisi lain, situasi antrean makin dipersulit oleh praktik ilegal pengetapan BBM subsidi yang masih menjadi tantangan. Di SPBU Pangkalan Bun, Kobar, aparat kepolisian bahkan harus mengamankan sebuah mobil yang diduga kuat digunakan untuk mengetap Pertalite.

Polsek Kumai pun melakukan penertiban dan berkoordinasi dengan pengelola SPBU agar penyaluran BBM benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Sejalan dengan hal itu, pihak Pertamina juga mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh pengelola SPBU di Kalimantan Tengah agar tidak menyalahgunakan prosedur, terutama terkait penggunaan barcode BBM subsidi.

"Apabila ada kejadian dan terbukti, yang pertama kami berikan surat peringatan. Kalau masih mengulangi pelanggaran, kami cabut izinnya dan SPBU tersebut akan kami tutup," tegas Lucky Haryanto, Sales Branch Manager II Fuel Kalteng.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: Pertalite Tercampur Air Bikin Motor Warga Tasikmalaya Mendadak Mogok"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads