Kalimantan Tengah

Keraya Kobar Terus Digerus Abrasi, Warga Ingin Penanganan Permanen

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 24 Jul 2026 19:59 WIB
Foto: Pemasangan geobag di Desa Keraya, Kumai, Kotawaringin Barat untuk menangani abrasi. (dok BPBD Kobar)
Kotawaringin Barat -

Abrasi yang terus menggerus pesisir Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, membuat warga semakin khawatir. Selain mengikis garis pantai, abrasi juga mengancam badan jalan dan permukiman yang berada di sekitar bibir pantai.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melakukan penanganan darurat dengan memasang ratusan kantong pasir atau geobag di sejumlah titik yang mengalami abrasi paling parah. Kegiatan ini melibatkan BPBD Kotawaringin Barat, Dinas PUPR Kobar, pemerintah desa, serta warga setempat.

Kepala Desa Keraya, Jumattollah, mengatakan abrasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Jika tidak ditangani secara permanen, kerusakan dikhawatirkan semakin meluas.

"Alhamdulillah pemerintah sudah turun membantu melalui pemasangan geobag. Namun kami berharap ada penanganan permanen karena solusi ini sifatnya masih sementara," kata Jumattollah, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, abrasi bukan hanya mengancam garis pantai, tetapi juga akses jalan yang menjadi jalur utama masyarakat. Apabila terus terkikis, aktivitas warga dan distribusi barang dapat terganggu.

Kepala Dinas PUPR Kotawaringin Barat, Suryadi, mengatakan pemasangan geobag merupakan langkah cepat untuk mengurangi dampak abrasi sambil menunggu pembangunan pengaman pantai yang lebih permanen.

"Geobag dipasang sebagai penanganan darurat agar badan jalan tidak semakin tergerus dan permukiman warga tetap terlindungi. Ini bukan solusi akhir, tetapi langkah awal untuk mengurangi risiko yang ada," ujar Suryadi.

Ia menjelaskan, bantuan geobag merupakan bagian dari penanganan kawasan pesisir Kecamatan Kumai. Pemerintah akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi abrasi agar penanganan berikutnya dapat disesuaikan dengan tingkat kerusakan di lapangan.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat pesisir tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi abrasi, terutama saat musim gelombang tinggi, serta ikut menjaga kawasan pantai agar kerusakan tidak semakin meluas.

Dengan penanganan darurat yang telah dilakukan, diharapkan laju abrasi di Desa Keraya dapat ditekan untuk sementara. Namun, warga menilai pembangunan infrastruktur pelindung pantai secara permanen menjadi kebutuhan mendesak agar ancaman abrasi tidak terus berulang setiap tahun.




(bai/bai)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork