Abrasi yang terus menggerus pesisir Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, membuat warga semakin khawatir. Selain mengikis garis pantai, abrasi juga mengancam badan jalan dan permukiman yang berada di sekitar bibir pantai.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melakukan penanganan darurat dengan memasang ratusan kantong pasir atau geobag di sejumlah titik yang mengalami abrasi paling parah. Kegiatan ini melibatkan BPBD Kotawaringin Barat, Dinas PUPR Kobar, pemerintah desa, serta warga setempat.
Kepala Desa Keraya, Jumattollah, mengatakan abrasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Jika tidak ditangani secara permanen, kerusakan dikhawatirkan semakin meluas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah pemerintah sudah turun membantu melalui pemasangan geobag. Namun kami berharap ada penanganan permanen karena solusi ini sifatnya masih sementara," kata Jumattollah, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, abrasi bukan hanya mengancam garis pantai, tetapi juga akses jalan yang menjadi jalur utama masyarakat. Apabila terus terkikis, aktivitas warga dan distribusi barang dapat terganggu.
Kepala Dinas PUPR Kotawaringin Barat, Suryadi, mengatakan pemasangan geobag merupakan langkah cepat untuk mengurangi dampak abrasi sambil menunggu pembangunan pengaman pantai yang lebih permanen.
"Geobag dipasang sebagai penanganan darurat agar badan jalan tidak semakin tergerus dan permukiman warga tetap terlindungi. Ini bukan solusi akhir, tetapi langkah awal untuk mengurangi risiko yang ada," ujar Suryadi.
Ia menjelaskan, bantuan geobag merupakan bagian dari penanganan kawasan pesisir Kecamatan Kumai. Pemerintah akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi abrasi agar penanganan berikutnya dapat disesuaikan dengan tingkat kerusakan di lapangan.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat pesisir tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi abrasi, terutama saat musim gelombang tinggi, serta ikut menjaga kawasan pantai agar kerusakan tidak semakin meluas.
Dengan penanganan darurat yang telah dilakukan, diharapkan laju abrasi di Desa Keraya dapat ditekan untuk sementara. Namun, warga menilai pembangunan infrastruktur pelindung pantai secara permanen menjadi kebutuhan mendesak agar ancaman abrasi tidak terus berulang setiap tahun.
Sebelumnya, ancaman abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir Desa Keraya, Kecamatan Kumai, mendapat perhatian serius dari BPBD Kotawaringin Barat. Sebagai langkah cepat untuk mengurangi dampak kerusakan, petugas BPBD bersama Dinas PUPR, Pemerintah Desa Keraya, serta masyarakat setempat bergotong royong membuat dan memasang geobag di sepanjang titik-titik yang terdampak.
Kegiatan mitigasi yang berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Juli 2026, ini menjadi upaya darurat guna melindungi garis pantai sekaligus menjaga aktivitas masyarakat di wilayah pesisir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat, Syahrudin, mengatakan penanganan abrasi membutuhkan kerja sama semua pihak. Menurutnya, gotong royong menjadi kunci utama dalam mempercepat penanganan sekaligus membangun ketangguhan masyarakat menghadapi ancaman bencana.
"Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi teknis, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kekuatan utama agar upaya mitigasi dapat berjalan maksimal," kata Syahrudin, Selasa (22/7/2026).
Ia menjelaskan, geobag yang dibuat diisi dengan material tertentu kemudian dipasang secara bertahap di sepanjang area yang mengalami abrasi. Keberadaan geobag berfungsi sebagai pelindung sementara untuk meredam hempasan gelombang laut sehingga laju pengikisan pantai dapat ditekan sembari menunggu penanganan permanen.
"Selama tiga hari pelaksanaan, puluhan petugas bersama warga bekerja bahu-membahu mengisi dan menyusun geobag di lokasi yang dinilai paling rawan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian penanganan abrasi yang telah dilakukan sejak awal pekan di Desa Keraya," katanya.
Syahrudin menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan tingginya kepedulian terhadap keselamatan lingkungan pesisir. Menurutnya, semangat kebersamaan seperti ini menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, baik abrasi, banjir rob maupun bencana lainnya yang berpotensi terjadi di wilayah pesisir.
"Harapan kami, pemasangan geobag ini dapat mengurangi dampak abrasi sehingga kawasan pesisir tetap terlindungi dan aktivitas masyarakat tidak terganggu. BPBD Kobar juga akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar upaya mitigasi bencana dapat dilakukan secara berkelanjutan," ujarnya
Desa Keraya merupakan salah satu wilayah pesisir di Kecamatan Kumai yang hampir setiap musim gelombang tinggi kerap dilanda banjir rob dan abrasi. Dalam beberapa tahun terakhir, gelombang pasang berulang kali merusak rumah warga, mengikis badan jalan, hingga mengancam akses transportasi dan aktivitas masyarakat.
"Karena itu, pemasangan geobag menjadi langkah cepat BPBD Kobar untuk menekan dampak abrasi sembari menunggu penanganan permanen," pungkasnya.
