Gelombang Capai 2 Meter, Nelayan di Perairan Kaltim Diminta Waspada

Riani Rahayu - detikKalimantan
Jumat, 10 Jul 2026 17:45 WIB
Foto: Kondisi gelombang air laut di pesisir Balikpapan usai kejadian rumah ambruk (dok Istimewa)
Balikpapan -

Gelombang laut dengan tinggi signifikan diperkirakan terjadi di sejumlah perairan Kalimantan Timur (Kaltim) dalam beberapa hari ke depan. Nelayan yang menggunakan kapal berukuran kecil diminta meningkatkan kewaspadaan karena dinilai belum aman untuk aktivitas pelayaran.

Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin mengatakan tinggi gelombang di perairan Kaltim saat ini berada dalam kategori sedang dengan kisaran 1,25 hingga 2 meter. Kondisi tersebut dipicu aktivitas Siklon Tropis Bavi yang berkembang di wilayah utara Filipina dan diperkuat Monsun Australia yang sedang aktif.

"Saat ini kalau dari sisi cuaca dan maritimnya, kondisi tinggi gelombang di sekitar perairan Kaltim, salah satunya di Balikpapan, dalam kategori sedang. Kategori sedang itu berada pada kisaran 1,25 hingga 2 meter," ujarnya kepada detikKalimantan, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan keberadaan Siklon Tropis Bavi mempercepat kecepatan angin di sejumlah perairan Kaltim, seperti Selat Makassar, Balikpapan hingga Penajam. Kondisi tersebut kemudian memicu terbentuknya gelombang yang lebih tinggi dibanding biasanya.

"Siklon tropis ini didukung Monsun Australia yang aktif sehingga meningkatkan percepatan angin di sekitar perairan Kalimantan Timur. Hasil akhirnya bisa menjadi gelombang yang cukup tinggi," katanya.

Menurut Huda, pengaruh Siklon Tropis Bavi diperkirakan masih berlangsung sebelum bergerak menuju daratan China dan melemah. Karena itu, potensi gelombang signifikan diprediksi masih terjadi hingga 12-13 Juli mendatang.

"Siklon Tropis Bavi diprediksi berkembang hingga 12 Juli, kemudian menuju daratan China dan meluruh. Potensi gelombang kategori sedang masih bisa berlangsung hingga 12 sampai 13 Juli," jelasnya.

Huda mengatakan kondisi gelombang tersebut sudah masuk kategori waspada bagi kapal-kapal berukuran kecil. Sementara kapal berukuran besar masih dinilai dapat berlayar dengan tetap memperhatikan perkembangan cuaca.

"Untuk ukuran kapal kecil memang sudah masuk kategori waspada. Kalau kapal besar masih bisa berlayar, tetapi tetap harus memonitor perkembangan cuaca," tuturnya.

Ia mengatakan, BMKG juga terus memperbarui informasi peringatan dini gelombang tinggi setiap hari. Informasi tersebut dapat menjadi acuan bagi nelayan maupun operator pelayaran sebelum melaut.

"Kami terus meng-update peringatan dini gelombang tinggi untuk 3 hari ke depan melalui website BMKG maritim. Untuk kapal kecil memang tidak direkomendasikan berlayar," pungkasnya.

Sementara itu, pagi tadi dilaporkan telah terjadi 3 rumah ambruk dan 1 rumah terdampak akibat gelombang tinggi air laut di wilayah Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota. Dengan adanya kondisi gelombang signifikan ini, masyarakat diminta untuk tetap waspada.



Simak Video "Video: Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Rekor Suhu Terpanas Pecah"

(bai/bai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork