Siklon Tropis Mekkhala Menguat, BMKG Beri Peringatan Gelombang Tinggi

Siklon Tropis Mekkhala Menguat, BMKG Beri Peringatan Gelombang Tinggi

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Senin, 22 Jun 2026 09:28 WIB
Siklon tropis Mekkhala yang terpantau memasuki wilayah Laut Filipina. Foto: BMKG
Foto: Siklon tropis Mekkhala yang terpantau memasuki wilayah Laut Filipina. (dok BMKG)
Balikpapan -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak tidak langsung Siklon Tropis Mekkhala yang tengah berkembang di wilayah Laut Filipina sebelah utara Papua pada Minggu malam (21/6/2026).

Meski pusat siklon berada jauh dari Indonesia, cuaca tersebut berpotensi memicu gelombang tinggi dan cuaca buruk di sejumlah perairan timur Indonesia. Berdasarkan pemantauan BMKG, Siklon Tropis Mekkhala berkembang dari Bibit Siklon Tropis 92W yang mulai memasuki wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta pada 19 Juni 2026.

Sistem tersebut kemudian meningkat menjadi siklon tropis dan terus menguat. Hingga saat ini, posisinya berada di Laut Filipina sebelah utara Papua dan bergerak ke arah barat-barat laut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BMKG memprakirakan dalam 24 jam ke depan Mekkhala akan terus menguat hingga mencapai kategori 3 dengan tekanan pusat sekitar 970 hPa dan kecepatan angin maksimum mencapai 70 knot.

Gelombang Tinggi Mengancam Sejumlah Perairan

Indonesia tidak merasakan dampak langsung akibat siklon ini, tetapi tetap memengaruhi kondisi laut di kawasan timur Indonesia. Dilansir dalam pernyataan resminya, BMKG memperingatkan potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori moderate sea di sejumlah wilayah perairan, yaitu:

  • Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud
  • Laut Maluku
  • Samudra Pasifik utara Maluku
  • Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
  • Samudra Pasifik utara Papua Barat

Selain itu, BMKG juga mencatat potensi peningkatan gelombang di perairan utara Halmahera, perairan Morotai, Laut Halmahera, serta beberapa wilayah lain yang berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko bagi aktivitas pelayaran, terutama kapal nelayan, kapal tongkang, kapal feri, maupun kapal berukuran kecil yang beroperasi di wilayah terdampak.

Mengenal Siklon Tropis Mekkhala

Mekkhala merupakan nama yang digunakan untuk siklon tropis yang terbentuk di wilayah Samudra Pasifik Barat Laut. Nama tersebut berasal dari Thailand Manimekhala, sosok dewi atau penjaga lautan. Nama Mekkhala atau topan Fransisco dalam bahasa Filipina sendiri telah beberapa kali digunakan untuk badai tropis sejak awal 2000-an.

Siklon tropis tersebut terbentuk ketika area tekanan rendah di atas lautan hangat berkembang dan memperoleh energi dari penguapan air laut. Semakin hangat suhu permukaan laut dan semakin mendukung kondisi atmosfer, semakin besar peluang sistem ini menguat menjadi badai tropis atau bahkan topan.

Siklon Mekkhala berkembang cukup cepat sejak masih berstatus bibit siklon sampai akhirnya menjadi siklon tropis dalam waktu singkat. BMKG memperkirakan Mekkhala masih berpotensi mengalami penguatan lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan sebelum bergerak menjauhi kawasan Indonesia.

Dampak Tidak Langsung yang Perlu Diwaspadai

Siklon tropis tidak harus berada tepat di atas Indonesia untuk menimbulkan dampak. Sistem ini mampu mengubah pola angin dan gelombang laut hingga ratusan bahkan ribuan kilometer dari pusat badai. Akibatnya, wilayah Indonesia yang berada di sekitar jalur pengaruhnya dapat mengalami kondisi berikut:

  • Gelombang laut lebih tinggi dari kondisi normal
  • Angin kencang di wilayah perairan
  • Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa daerah

Melalui pernyataan resminya, BMKG menegaskan bahwa kondisi siklon tropis dapat berubah dengan cepat, baik dari sisi kekuatan maupun arah pergerakan. Oleh sebab itu, masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diminta tetap waspada terhadap kemungkinan hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Khusus bagi nelayan, diharapkan untuk selalu memantau update informasi prakiraan cuaca sebelum berlayar. Hingga saat ini, BMKG terus melakukan pemantauan 24 jam terhadap perkembangan Siklon Tropis Mekkhala melalui TCWC Jakarta.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan siklon ini dapat diikuti di Instagram resmi BMGK @infombkg atau melalui tautan live berikut: LINK LIVE TROPICAL CYCLONE. Semoga informasi ini bermanfaat!

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Waspada! Siklon Tropis Picu Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads