Pemadaman listrik bergilir masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). PT PLN (Persero) ULP Pangkalan Bun menargetkan kondisi kelistrikan kembali normal sepenuhnya pada akhir September 2026, seiring proses pemulihan pembangkit di sistem interkoneksi Kalimantan.
Manajer PT PLN (Persero) ULP Pangkalan Bun, Agung Darmawan, mengatakan gangguan yang terjadi saat ini bersumber dari pembangkit PLTGU pada sistem interkoneksi Kalimantan. Akibatnya, pasokan listrik belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pelanggan pada waktu-waktu tertentu.
"Estimasi kondisi sistem akan kembali normal secara maksimal pada akhir September 2026," ujar Agung saat diwawancarai, Rabu (8/7/2026).
Meski demikian, Agung menyebut proses pemulihan terus menunjukkan perkembangan positif. Pada awal pekan ini, durasi pemadaman maupun jumlah pelanggan yang terdampak sudah mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.
"Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa kemampuan sistem kelistrikan mulai membaik. PLN optimistis pemadaman bergilir akan semakin berkurang seiring meningkatnya kesiapan pembangkit," ujarnya.
Agung menjelaskan, pemadaman bergilir dilakukan karena kapasitas pembangkit yang tersedia belum mampu mengimbangi lonjakan kebutuhan listrik, terutama saat beban puncak pada jam-jam tertentu. Karena itu, jadwal pemadaman bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.
"Jika kondisi pembangkit membaik, pemadaman yang sebelumnya dijadwalkan bahkan bisa dibatalkan," kata dia.
Ia juga meluruskan anggapan masyarakat terkait penentuan wilayah yang dipadamkan. Menurutnya, PLN ULP Pangkalan Bun tidak menentukan lokasi pemadaman bergilir.
Penentuan daerah yang dipadamkan sepenuhnya dilakukan oleh pusat pengaturan beban di Banjarbaru yang mengelola sistem interkoneksi Kalimantan. PLN Pangkalan Bun hanya menjalankan pengaturan sesuai kondisi sistem yang ada.
"Daerah mana yang dipadamkan mengikuti pengaturan beban dari Banjarbaru, bukan ditentukan oleh PLN Pangkalan Bun," jelasnya.
Di sisi lain, PLN memastikan hak pelanggan tetap menjadi perhatian. Apabila tingkat mutu pelayanan melebihi batas yang diatur dalam ketentuan pemerintah, pelanggan akan memperoleh kompensasi secara otomatis sesuai regulasi yang berlaku.
Agung berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang sedang terjadi karena gangguan berasal dari sisi pembangkit. PLN, kata dia, terus berupaya mempercepat pemulihan agar pasokan listrik di Kotawaringin Barat kembali normal sesuai target pada akhir September 2026.
Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"
(sun/aau)