Hati-hati! Hantavirus Menyebar dari Kotoran Tikus Kering, Vaksin Belum Ada

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Kamis, 07 Mei 2026 17:00 WIB
Ilustrasi Hantavirus/Foto: detikINET via chatgpt
Balikpapan -

Nama Hantavirus muncul setelah ditemukannya kasus meninggal dunia di kapal pesiar MV Hondius pada 11 April lalu. Kapal pesiar berbendera Belanda itu sedang melakukan pelayaran panjang melintasi Atlantik Selatan dan Antartika, dengan membawa 147 penumpang dan awak kapal dari 23 negara.

Menurut laporan WHO, kapal itu berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026 dan sempat singgah di beberapa wilayah terpencil seperti Antartika, South Georgia, Tristan da Cunha, Saint Helena, hingga Ascension Island.

Kasus pertama muncul pada 6 April 2026 ketika seorang penumpang pria mengalami demam, sakit kepala, dan diare ringan di atas kapal. Kondisinya memburuk sangat cepat hingga mengalami gangguan pernapasan dan meninggal dunia pada 11 April 2026.

Hingga 4 Mei 2026, WHO mencatat ada tujuh kasus, yang terdiri dari dua kasus terkonfirmasi Hantavirus dan lima kasus suspek. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, satu pasien dirawat kritis di ICU, sementara beberapa lainnya mengalami gejala ringan hingga sedang.

Karena pesebarannya semakin cepat, banyak masyarakat yang mulai mencari tahu bagaimana cara melindungi diri dari virus itu. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan vaksinasi. Namun pertanyaannya, sudah adakah vaksin Hantavirus?

Apakah Sudah Ada Vaksin untuk Hantavirus?

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, hingga saat ini belum tersedia vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah infeksi Hantavirus. Dengan demikian, perlindungan terbaik terhadap Hantavirus saat ini masih bergantung pada upaya pencegahan, terutama dengan mengendalikan populasi rodensia seperti tikus dan mencit serta menghindari kontak dengan urin, feses, atau air liur hewan pengerat tersebut.

Karena belum ada vaksin maupun obat antivirus khusus yang benar-benar efektif untuk semua jenis Hantavirus, deteksi dini dan pencegahan menjadi langkah paling penting untuk mengurangi risiko infeksi.



Simak Video "Video: IDAI Sebut Andes Hantavirus Belum Ditemukan di Indonesia"


(sun/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork