Sejarah Hantavirus, Sudah Ada di RI Sejak 1980-an!

ADVERTISEMENT

Sejarah Hantavirus, Sudah Ada di RI Sejak 1980-an!

Nikita Rosa - detikEdu
Jumat, 08 Mei 2026 17:00 WIB
handwriting alert hantavirus on chalkboard
Sejarah Hantavirus di Indonesia. (Foto: Getty Images/ninitta)
Jakarta -

Hantavirus bukanlah virus baru di Indonesia. Menurut penelitian, virus ini sudah ada di RI sejak tahun 1980-an.

Hantavirus adalah penyakitzoonosis yang ditularkan oleh tikus dan celurut. Genus Orthohantavirus diketahui sebagai penyebab penyakit virusHanta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seseorang yang mengindap hantavirus akan memiliki gejala awal seperti demam, nyeri otot, mual, dan kelelahan. Meski virus ini belakangan ramai dibahas berkaitan dengan kasus yang menimpa sebuah kapal pesiar, investigasi terhadap hantavirus sudah dilakukan sejak 1950-an.

Sejarah Hantavirus sejak Perang Korea

Berdasarkan Jurnal dari Clin Lab Med yang dipublikasikan oleh Mohammed Mir, penelitian terkait hantavirus sudah ada sejak 1950-an. Penemuan awalnya bermula dari pendekatan ilmiah yang dimulai setelah Perang Korea (1951-1953).

ADVERTISEMENT

Namun, baru pada 1978, seorang penderita diisolasi. Ia terkena virus ini dari hewan pengerat kecil, Apodemus agrarius, yang ada di dekat sungai Hantan di Korea Selatan. Virus tersebut diberi nama virus Hantaan, diambil dari nama sungai Hantan. Virus ini diduga berkaitan dengan 3.000 kasus demam berdarah yang dilaporkan oleh Pasukan PBB setelah perang Korea (1951-1953).

Pada tahun 1981, genus Hantavirus yang termasuk virus yang menyebabkan haemorraghic fever with renal syndrome (HFRS) diperkenalkan dalam famili Bunyaviridae. Kemudian pada 1993, terdapat temuan wabah hantavirus di wilayah barat daya Amerika Serikat yang menyebabkan gangguan serius pada saluran pernapasan sehingga memunculkan temuan kasus hantavirus pulmonary syndrome (HPS), sebagaimana dijelaskan dalam arsip Kemenkes.

Persebaran Hantavirus di Dunia

PersebaranHantavirus di berbagai belahan dunia akan berbeda menyesuaikan dengan tipe virus. Berdasarkan laman Dinas Kesehatan KabupatenSleman, persebaranHantavirus di dunia adalah sebagai berikut:

Tipe virus Hantaan: Umumnya tersebar di Asia Timur seperti China dan Korea, tetapi juga Rusia
Tipe virus Puumala: Umumnya tersebar di wilayah Skandinavia, Eropa Barat, dan Rusia bagian barat
Tipe virus Dobrava: Umumnya tersebar di wilayah Balkan
Tipe virus Saarema: Umumnya tersebar di wilayah Eropa Tengah dan Skandinavia
Tipe virus Seoul: Tersebar di seluruh dunia
Tipe virus Sin Nombre: Umumnya tersebar di Amerika Serikat, Kanada
Tipe virus Andes: Umumnya tersebar di wilayah Amerika Selatan (terutama di Argentina dan Chili).

Hantavirus Sudah Ada di Indonesia Sejak 1980-an

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam laman resminya mengatakan hantavirus sudah ada di Indonesia sejak tahun 1980-an. Studi komprehensif yang dilakukan di berbagai kota besar menemukan seroprevalensi hantavirus pada manusia di Indonesia mencapai sekitar 11,6%. Artinya, dari setiap 10 orang, setidaknya satu pernah terpapar virus ini, walaupun mungkin belum pernah terdiagnosis.

Pada populasi tikus sebagai reservoir utama, angka infeksi bahkan bisa mencapai 0-34%. Data tersebut menunjukkan jika virus tersebut beredar aktif di lingkungan, terutama di wilayah dengan kepadatanrodensia tinggi.

Hantavirus Sering Tidak Terdeteksi

Hantavirus memiliki keberadaan yang cukup 'unik' yaitu sulit terdeteksi dengan penyakit lain. Gejala yang mirip membuat hantavirus sering terlihat seperti dengue, tifoid, atau leptospirosis.

Hantavirus menyebar melalui debu yang terkontaminasi kotoran tikus. Virus ini dapat masuk ke tubuh manusia melalui udara yang mengandung partikel urin, feses, atau saliva tikus, kontak langsung dengan rodensia, luka terbuka pada kulit, dan permukaan yang terkontaminasi.

Dalam pedoman nasional disebutkan jika penularan terutama terjadi melalui aerosolized excreta dari rodensia. Artinya, seseorang tidak perlu digigit tikus untuk tertular. Cukup berada di lingkungan dengan manifestasi tikus dan menghirup udara yang terkontaminasi.

Perkembangan Kasus Hantavirus di Indonesia Hingga 2026

Kemenkes mencatat 23 kasus hantavirus jenis seoul virus dalam tiga tahun terakhir. Dari 23 yang terpapar, tiga di antaranya meninggal dunia.

Pada 2026, terdapat tambahan lima kasus hantavirus dengan sebaran sebagai berikut, sebagaimana dikutip dari detikHealth:

Sumatera Barat: 1 kasus
Banten: 1 kasus
DKI Jakarta: 6 kasus
Jawa Barat: 5 kasus
Jawa Timur: 1 kasus
DIY: 6 kasus
NTT: 1 kasus
Kalimantan Barat: 1 kasus
Sulawesi Utara: 1 kasus.




(nir/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads