WN Singapura Suspek Hantavirus, Waspada Gejala dan Pencegahannya

WN Singapura Suspek Hantavirus, Waspada Gejala dan Pencegahannya

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 08 Mei 2026 12:30 WIB
MV Hondius
MV Hondius. Foto: Doc MV Hondius / Pippa Low
Balikpapan -

Otoritas kesehatan negara Singapura mengonfirmasi ada dua warganya menjadi suspek Hantavirus setelah berada di atas kapal pesiar MV Hondius. Kasus ini semakin menyita perhatian publik karena wabah di kapal tersebut dilaporkan telah menyebabkan beberapa korban meninggal dunia.

Hingga 6 Mei 2026, tercatat delapan kasus terkait klaster MV Hondius, termasuk tiga kematian. Meski demikian, pemerintah Singapura menegaskan risiko penularan kepada masyarakat umum saat ini masih tergolong rendah.

Dua Warga Singapura Diisolasi di NCID

Melalui keterangan resmi yang dirilis Communicable Diseases Agency Singapore pada 7 Mei 2026, dua warga Singapura yang berada di kapal MV Hondius kini tengah menjalani isolasi di National Centre for Infectious Diseases (NCID).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keduanya sedang menjalani pemeriksaan untuk memastikan apakah terinfeksi Hantavirus atau tidak. Hingga saat ini, hasil tes masih menunggu proses laboratorium.

Kedua orang tersebut diketahui merupakan:

Pria warga Singapura berusia 67 tahun yang tiba di Singapura pada 2 Mei 2026
Pria pemegang status Permanent Resident Singapura berusia 65 tahun yang tiba pada 6 Mei 2026
Salah satu dari mereka dilaporkan mengalami gejala ringan berupa pilek, sementara satu lainnya tidak menunjukkan gejala apa pun.

Kedua individu tersebut diketahui berada di kapal MV Hondius sejak kapal berangkat dari Pelabuhan Ushuaia di Argentina pada 1 April 2026.

Bukan hanya itu, mereka juga berada dalam penerbangan yang sama dengan salah satu pasien Hantavirus yang terkonfirmasi dari Saint Helena menuju Johannesburg pada 25 April 2026. Pasien tersebut kemudian meninggal dunia di Afrika Selatan dan tidak melanjutkan perjalanan ke Singapura.

Singapura Isolasi Warganya

Pemerintah Singapura langsung menerapkan langkah kesehatan ketat terhadap dua warga yang menjadi suspek.

Jika hasil tes mereka negatif, keduanya tetap akan menjalani karantina selama 30 hari sejak paparan terakhir karena sebagian besar kasus Hantavirus muncul dalam rentang tersebut.

Sebelum masa karantina selesai, tes ulang akan dilakukan. Setelah itu, mereka masih akan menjalani pemantauan kesehatan melalui telepon hingga total masa observasi mencapai 45 hari, sesuai masa inkubasi maksimum Hantavirus.

Namun jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif Hantavirus, pasien akan tetap dirawat di rumah sakit untuk pemantauan intensif dan pengobatan.

Otoritas kesehatan setempat juga akan melakukan pelacakan kontak untuk mencari orang-orang yang mungkin terpapar selama masa infeksi.

Tentang Hantavirus Andes

Klaster Hantavirus di kapal MV Hondius kini menjadi perhatian berbagai pihak termasuk WHO karena melibatkan virus Andes Hantavirus, salah satu jenis Hantavirus yang diketahui memiliki kemungkinan penularan antarmanusia.

Secara umum, Hantavirus biasanya menular melalui paparan urin, air liur, atau kotoran hewan pengerat seperti tikus. Penularan umumnya terjadi saat seseorang menghirup partikel debu yang telah terkontaminasi virus.

Berbeda dengan jenis hantavirus lain, Andes virus yang ditemukan di beberapa wilayah Amerika Selatan diketahui dapat menular dari manusia ke manusia.

Karena itulah, WHO masih terus menyelidiki pola penularan dalam klaster MV Hondius. Walaupun WHO menilai risiko global masih rendah, seluruh penumpang yang pernah berada di kapal tersebut diminta memantau kondisi kesehatan dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan RI, infeksi Andes Hantavirus dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat. Gejala awal biasanya meliputi:

  • Demam
  • Nyeri otot
  • Tubuh lemas
  • Gangguan pencernaan
  • Mual atau muntah
  • Sesak napas

Pada kasus berat, kondisi seseorang dapat berkembang sangat cepat menjadi syok hingga kematian akibat gangguan paru-paru dan sistem peredaran darah.

Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun obat antivirus khusus untuk Hantavirus.

Cara Mencegah Hantavirus

Melalui keterangan resminya, pemerintah Singapura mengimbau masyarakat yang bepergian ke daerah dengan kasus Hantavirus untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas alam seperti berkemah, hiking, atau mengunjungi wilayah pedesaan.

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:

  1. Menghindari kontak dengan tikus dan area yang terkontaminasi
  2. Menjaga kebersihan tempat menginap
  3. Menyimpan makanan di tempat tertutup
  4. Membersihkan permukaan menggunakan kain basah
  5. Menjaga kebersihan diri
  6. Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit

Wisatawan yang mengalami gejala setelah bepergian juga diminta segera memeriksakan diri dan memberi tahu riwayat perjalanan kepada tenaga medis.

Kasus di MV Hondius ini menjadi pengingat bahwa penyakit zoonosis seperti Hantavirus tetap perlu diwaspadai. Jangan diremehkan apalagi sampai terlambat ditangani.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads