Memakai baju Lebaran sudah menjadi tradisi di Indonesia. Di akhir Ramadan seperti ini, banyak orang yang mulai membeli baju baru untuk dipakai saat Lebaran nanti.
Namun apakah hal tersebut sesuai dengan sunah Nabi Muhammad? Simak artikel ini untuk mengetahui bagaimana sunahnya dan ketahui kisah tentang baju Lebaran cucu Rasulullah.
Hadis tentang Baju Lebaran
Terdapat sejumlah hadis yang menjelaskan tentang anjuran memakai baju Lebaran. Berikut beberapa poin di antaranya:
1. Memakai Pakaian Terbaik
Dikutip dari situs MUI Jatim, sahabat Nabi yang Bernama Ibnu Umar memakai pakaian terbaik saat hari raya, begitu juga dengan Imam Syafi'i.
عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ: أَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ الْعِيْدَيْنِ أَنْ نَلْبِسَ أَجْوَدَ مَا نَجِدُ. رواه البيهقي والحاكم
Artinya: "Diceritakan dari Al-Hasan bin Ali, ia berkata, 'Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam telah memerintahkan kami pada Idul Adha dan Idul Fitri agar memakai pakaian terbaik yang kami temukan," (HR Al-Baihaqi dan Al-Hakim).
2. Berhias dan Pakai Wewangian
Berdasarkan situs Muhammadiyah, disebutkan bahwa Rasulullah selalu mengenakan pakaian bagus saat hari raya, berhias, dan memakai wangi-wangian.
عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كاَنَ يَلْبَسُ بُرْدَ حِبَرَةٍ فِيْ كُلِّ عِيْدٍ. [رواه الشافعي في المسند، جـ 1: 152، حديث رقم 441]
"Dari Ja'far Ibnu Muhammad, dari ayahnya, dari kakeknya (dilaporkan) bahwa Nabi saw selalu memakai wool (burdah) bercorak [buatan Yaman] pada setiap Id." [HR. asy-Syafi'i dalam kitabnya al-Musnad, I:152, hadis nomor 441].
3. Pakaian untuk Perempuan
Dari situs Kemenag, dijelaskan bahwa perempuan juga disunahkan mengenakan pakaian terbaik. Namun perempuan tetap harus memperhatikan batas-batas syariat, seperti tidak membuka aurat, tidak mempertontonkan penampilan yang memikat laki-laki lain yang bukan mahramnya.
4. Tidak Harus Baru dan Putih
Dilansir dari NU Online, Syekh Sa'id bin Muhammad Ba'asyin dalam kitab Busyral Karim memberi penjelasan sebagai berikut:
"Seseorang dianjurkan mengenakan wewangian dan berhias sebagaimana keterangan telah lalu pada bab Jumat. Tetapi di sini seseorang dianjurkan mengenakan pakaian terbaiknya meskipun bukan warna putih. Tetapi ketika pakaian putih dan bukan berwarna putih sama baiknya, maka mengenakan pakaian putih lebih utama di hari Id. Hari Id berbeda dengan hari Jumat. Maksud hari Id adalah menampakkan nikmat Allah. Karenanya mengenakan pakaian terbaik itu lebih utama. Sedangkan tujuan hari Jumat adalah menampakkan kesempurnaan karena itu mengenakan pakaian putih itu yang terbaik. Tetapi orang yang duduk (tidak keluar rumah untuk sembahyang Id) dan orang yang keluar menuju sembahyang Id juga dianjurkan untuk mandi, berhias, dan mengenakan wewangian."
Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ustadz Alhafiz Kurniawan menyimpulkan bahwa yang dianjurkan adalah pakaian terbaik, sehingga tidak harus baju baru.
Selain itu, ada anjuran mengenakan baju putih. Namun warna pakaian lain juga diperbolehkan dan dinilai sama-sama baik.
(bai/sun)