Operator Sebut Heli PK-CFX dalam Kondisi Baik Sebelum Terbang

Operator Sebut Heli PK-CFX dalam Kondisi Baik Sebelum Terbang

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Jumat, 17 Apr 2026 21:29 WIB
Seorang warga menutup hidung saat melihat puing-puing Helikopter Airbus H130 registrasi PK-CFX yang jatuh di kawasan Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (17/4/2026). Helikopter Airbus H130 PK-CFX milik Matthew Air Nusantara dengan pilot Capt Marindra Wibowo bersama kopilot Harun Arasyid itu mengalami kecelakaan pada Kamis (16/4) yang menewaskan dua awak beserta enam penumpang, dan seluruh jenazah telah dievakuasi ke Pontianak. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang
Puing-puing Helikopter PK-CFX yang jatuh di kawasan Nanga Taman, Sekadau, Kalbar, Jumat (17/4/2026). Foto: ANTARA FOTO/Jessica Wuysang
Pontianak -

Pihak operator penerbangan, PT Matthew Air Nusantara menyatakan helikopter PK-CFX yang mengalami kecelakaan di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat pada Kamis (16/4), dalam kondisi baik sebelum lepas landas. Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi.

Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan hasil pengecekan awal dari pihak operator terhadap kondisi teknis pesawat dan kesiapan kru. Perwakilan perusahaan, I Made Topan, mengatakan tidak ditemukan kendala baik dari sisi teknis maupun kesiapan pilot sebelum penerbangan dilakukan.

"Pada saat sebelum keberangkatan, helikopter dinyatakan layak terbang dan tidak ada keluhan dari pilot," ujarnya saat menghadiri penutupan operasi SAR kecelakaan heli PK-CFX di Kantor SAR Pontianak, Jumat (17/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, helikopter tersebut digunakan untuk mengangkut penumpang dari kawasan perkebunan sawit menuju lokasi lain dalam satu grup perusahaan. Rute penerbangan tersebut juga disebut sudah rutin dilalui oleh pilot.

Bahkan, lanjutnya, kondisi cuaca saat keberangkatan hingga estimasi pendaratan dilaporkan dalam kondisi baik.

"Secara umum, tidak ada indikasi awal adanya masalah sebelum penerbangan," tambahnya.

Meski demikian, kata Topan, pihak operator masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait kronologi kecelakaan, termasuk komunikasi terakhir antara pilot dengan petugas Air Traffic Control (ATC).

Proses investigasi dilakukan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi serta menunggu data dari AirNav Indonesia dan instansi terkait lainnya.

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan helikopter PK-CFX masih belum diketahui dan masih dalam proses investigasi.

Untuk diketahui, helikopter jenis Airbus Helicopters H130 dengan registrasi PK-CFX diketahui lepas landas dari helipad PT Citra Mahkota di Desa Nanga Keruap, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi pada Kamis (16/4) pukul 07.34 WIB.

Pesawat dijadwalkan tiba di helipad milik PT Graha Agro Nusantara di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya pada pukul 08.50 WIB. Namun, dalam perjalanan helikopter dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 08.39 WIB di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

Berdasarkan data yang dihimpun, helikopter tersebut mengangkut delapan orang, terdiri dari dua kru yakni Capt. Marindra W dan Harun Arasyid, serta enam penumpang dari KPN Corp atau KPN Plantations, termasuk jajaran manajemen perusahaan.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak KPN Corp terkait insiden tersebut. Adapun beberapa perwakilan perusahaan yang ditemui di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalbar lebih memilih bungkam.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Momen Evakuasi 8 Jenazah Helikopter PK-CFX yang Jatuh di Sekadau"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads