Siapakah Nabi yang Pertama Berpuasa? Ini Sejarahnya

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Senin, 09 Mar 2026 12:36 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto/Boonyachoat
Balikpapan -

Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib bagi umat Islam. Sebelum perintah ini diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad, puasa sudah menjadi ibadah yang dilakukan umat terdahulu.

Lantas siapakah nabi pertama yang menjalankan ibadah puasa? Dalam artikel ini akan kita ulas sejarah puasa yang dilakukan umat para nabi dan umatnya.

Nabi Pertama yang Berpuasa

Dikutip dari buku Panduan Ibadah Puasa Wajib dan Sunnah oleh Ahmad Zacky, SAg, MA, nabi pertama yang berpuasa adalah Nabi Adam AS. Beliau berpuasa selama tiga hari sebagai wujud syukur atas pertemuannya lagi dengan Hawa di Padang Arafah.

Dalam buku Dahsyatnya 7 Puasa Wajib, Sunnah, & Thibbun Nabawi oleh Maryam Kinanthi N, disebutkan puasa tiga hari itu dilakukan setiap tengah bulan atau yang sekarang kita kenal sebagai yaumul bidz atau hari putih (tanggal 13, 14, 15).

Puasanya Para Nabi

Setelah Nabi Adam, ibadah puasa juga dilakukan para nabi lainnya. Masih berdasarkan buku Ahmad Zacky dan Maryam Kinanthi, berikut ini praktik-praktik puasa yang dilakukan para nabi:

  • Nabi Adam: adalah manusia pertama yang berpuasa. Beliau berpuasa setiap tanggal 13, 14, 15 bulan Qamariyah. Sumber lain menyebut Nabi Adam juga berpuasa setiap 10 Muharram, tanggal di mana beliau dipertemukan kembali dengan istrinya, Hawa.
  • Nabi Nuh: menjalankan puasa selama 3 hari ketika kapal yang ditumpangi bersama umatnya terkatung-katung di atas air selama berbulan-bulan. Puasa ini diperintahkan sebagai bentuk pertobatan agar mereka memohon keselamatan dari bencana topan dan banjir bandang saat itu.
  • Nabi Ibrahim, Ismail, dan Ishaq: Nabi Ibrahim adalah sosok yang rajin berpuasa. Keteladanan ini diikuti oleh anak-anaknya, yaitu Nabi Ismail dan Nabi Ishaq, hingga kelak diwariskan juga kepada anak cucu keturunan mereka.
  • Nabi Ya'kub: Gemar melakukan puasa secara khusus untuk memohon keselamatan bagi putra-putranya.
  • Nabi Yusuf: Saat memegang amanat besar mengelola perekonomian bangsa Mesir, beliau justru banyak berpuasa. Alasannya sangat mulia, yakni: "Saya khawatir apabila saya kenyang, saya akan melupakan perut para fakir miskin."
  • Nabi Yunus: Menjalani puasa secara mutlak karena berada di dalam perut ikan besar, di mana sama sekali tidak ada makanan yang bisa dikonsumsi.
  • Nabi Ayub: Saat ditimpa cobaan berat dari Allah Swt., beliau rajin berpuasa. Hal ini dilakukan untuk menguatkan ketahanan jiwanya dalam menghadapi cobaan tersebut, sekaligus sebagai wujud syukur atas posisinya sebagai seorang nabi.
  • Nabi Syuaib: Termasuk nabi yang sangat banyak melakukan ibadah puasa dalam kehidupannya.
  • Nabi Musa: Memiliki beberapa riwayat puasa yang panjang. Sebelum menjadi rasul untuk menyelamatkan Bani Israil dari Fir'aun, Allah memerintahkannya berpuasa 30 hari untuk menguatkan mental spiritualnya, lalu Allah menambah 10 hari hingga genap menjadi 40 hari.
    Ketika hendak menerima wahyu di Bukit Tursina di Gurun Sinai, beliau juga melaksanakan puasa sebanyak 40 hari 40 malam.
  • Nabi Khidir: Sosok nabi yang sangat misterius, yang juga merupakan guru ilmu laduni dan hikmah bagi Nabi Musa, diketahui menjalankan ibadah puasa sepanjang waktu.
  • Nabi Ilyas: Menjalani puasa selama 40 hari 40 malam ketika beliau akan pergi menuju Gunung Horeb untuk menerima wahyu dari Allah Swt.
  • Nabi Daud: Menjalankan puasa secara berselang, yakni sehari berpuasa dan sehari tidak (berbuka). Praktik ini sangat dicintai Allah Swt. dan kini dikenal oleh umat Islam sebagai "Puasa Daud".
    Rasulullah saw. bersabda: "Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud... Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir... Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan berbuka sehari berikutnya." (HR. Bukhari dan Muslim).
  • Nabi Isa Al-Masih: Sebagai nabi terakhir dalam rangkaian panjang nabi Bani Israil, beliau juga tekun menjalankan ibadah puasa.
  • Siti Maryam (Ibunda Nabi Isa): Beliau gemar berpuasa, dan secara khusus mempraktikkan 'puasa bicara' saat menghadapi tekanan dan kecaman sosial. Hal ini diabadikan dalam Al-Qur'an: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini." (QS Maryam: 26).




(bai/sun)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork