- Puasa Muharram Berapa Hari?
- Tingkatan Puasa Muharram yang Paling Utama Tingkatan Pertama Tingkatan Kedua Tingkatan Ketiga
- Mengapa Dianjurkan Berpuasa pada 9 dan 10 Muharram?
- Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026
- Apakah Boleh Berpuasa Lebih dari Tiga Hari di Bulan Muharram?
- Niat Puasa Tasua dan Asyura Niat Puasa Tasua 9 Muharram Niat Puasa Asyura 10 Muharram
- Keutamaan Puasa di Bulan Muharram
Banyak orang mengenal puasa Asyura pada 10 Muharram, tetapi belum semua mengetahui bahwa ibadah sunah di bulan Muharram ternyata memiliki beberapa tingkatan pelaksanaan.
Bahkan, ada bentuk puasa yang dinilai lebih utama dibanding hanya berpuasa pada hari Asyura. Lalu, bagaimana cara menjalankannya? Berikut penjelasan lengkap yang perlu diketahui sebelum memasuki bulan Muharram.
Puasa Muharram Berapa Hari?
Secara umum, puasa sunah yang paling dikenal di bulan Muharram adalah puasa Asyura yang dilaksanakan pada 10 Muharram. Namun,para ulama menjelaskan bahwa puasa Muharram memiliki beberapa tingkatan keutamaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip penjelasan Imam Al-Mubarakfuri dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi yang juga dikutip NU Online, puasa Muharram terbagi menjadi tiga tingkatan. Ia menjelaskan:
Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩ ΨΨ±Ω Ψ«ΩΨ§Ψ«Ψ©. Ψ§ΩΨ£ΩΨΆΩ Ψ£Ω ΩΨ΅ΩΩ ΩΩΩ Ψ§ΩΨΉΨ§Ψ΄Ψ± ΩΩΩΩ Ψ§ ΩΨ¨ΩΩ ΩΩΩΩ Ψ§ Ψ¨ΨΉΨ―Ω. ΩΩΨ― Ψ¬Ψ§Ψ‘ Ψ°Ψ§ΩΩ ΩΩ ΨΨ―ΩΨ« Ψ£ΨΩ Ψ―. ΩΨ«Ψ§ΩΩΩΨ§ Ψ£Ω ΩΨ΅ΩΩ Ψ§ΩΨͺΨ§Ψ³ΨΉ ΩΨ§ΩΨΉΨ§Ψ΄Ψ± ΩΨ«Ψ§ΩΨ«ΩΨ§ Ψ£Ω ΩΨ΅ΩΩ Ψ§ΩΨΉΨ§Ψ΄Ψ± ΩΩΨ·.
Artinya: Puasa Muharram ada tiga tingkatan. Yang paling utama ialah puasa tanggal 10 beserta satu hari sebelum dan sesudahnya. Yang kedua adalah puasa tanggal 9 dan 10. Dan yang ketiga adalah puasa tanggal 10 saja. (Tuhfatul Ahwadzi, Juz 3, halaman 382).
Tingkatan Puasa Muharram yang Paling Utama
Puasa sunah di bulan Muharram memiliki beberapa tingkatan keutamaan. Menurut penjelasan para ulama, tingkatan yang paling utama adalah melaksanakan puasa selama tiga hari berturut-turut, yakni pada 9 Muharram (Tasua), 10 Muharram (Asyura), dan 11 Muharram.
Tingkatan Pertama
Pelaksanaan puasa tiga hari ini dinilai paling sempurna karena mencakup puasa Asyura, sekaligus menyempurnakan anjuran Rasulullah SAW untuk membedakan praktik ibadah umat Islam dari tradisi puasa kaum Yahudi.
- 9 Muharram (Tasua)
- 10 Muharram (Asyura)
- 11 Muharram
Puasa tiga hari ini dianggap paling sempurna karena mencakup puasa Asyura sekaligus membedakan praktik ibadah umat Islam dengan tradisi puasa yang dilakukan sebagian kaum Yahudi pada tanggal 10 Muharram.
Tingkatan Kedua
Bagi yang tidak dapat melaksanakan puasa tiga hari, ulama menganjurkan berpuasa selama dua hari pada 9 Muharram (Tasua) dan 10 Muharram (Asyura). Inilah bentuk puasa Muharram yang paling banyak diamalkan umat Islam.
Tingkatan Ketiga
Jika tidak memungkinkan menjalankan dua atau tiga hari puasa, seseorang tetap dianjurkan berpuasa pada 10 Muharram (Asyura). Meski hanya satu hari, puasa Asyura tetap memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam.
Mengapa Dianjurkan Berpuasa pada 9 dan 10 Muharram?
Anjuran berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram berasal dari keinginan Rasulullah SAW untuk membedakan ibadah umat Islam dari kaum Yahudi yang saat itu hanya berpuasa pada hari Asyura.
Dalam buku "Fiqh Ibadah" karya Nur Hidayah Al Amin dan Khairul Imam dijelaskan puasa Tasua 9 Muharram menjadi penyempurna, sekaligus pembeda dari tradisi puasa yang dilakukan kaum Yahudi. Karena itu, mayoritas ulama menganjurkan umat Islam setidaknya melaksanakan puasa Tasua dan Asyura secara berurutan.
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026
Berdasarkan kalender Hijriah 1448 Hijriah Kemenag, pelaksanaan puasa sunah Muharram tahun 2026 diperkirakan jatuh pada tanggal dan hari berikut.
- Rabu 24 Juni 2026
- Kamis 25 Juni 2026
Sementara itu, bagi yang ingin menyempurnakan puasa tiga hari, dapat menambahkan puasa pada 11 Muharram 1448 Hijriah.
Apakah Boleh Berpuasa Lebih dari Tiga Hari di Bulan Muharram?
Tentu boleh. Bahkan, bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang paling dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunah.
Selain puasa Tasua dan Asyura, umat Islam juga dapat melaksanakan puasa Ayyamul Bidh yang berlangsung setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
Dengan demikian, semakin banyak puasa sunah yang dilakukan selama Muharram, semakin besar pula peluang meraih keutamaan yang dijanjikan Allah SWT.
Niat Puasa Tasua dan Asyura
Dikutip dari buku "Kalender Ibadah Sepanjang Tahun" karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, berikut ini niat puasa Tasua dan Asyura.
Niat Puasa Tasua 9 Muharram
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨͺΩΨ³ΩΨΉΩΨ§Ψ‘Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ.
Arab Latin: Naiwaitu shauma tasu'aa-i sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Saya berniat puasa sunah Tasu'a karena Allah Ta'ala.
Niat Puasa Asyura 10 Muharram
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨΉΩΨ§Ψ΄ΩΨ±Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ.
Arab Latin: Naiwaitu shauma 'aasyura sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Saya berniat puasa sunah Asyura karena Allah Ta'ala.
Keutamaan Puasa di Bulan Muharram
Puasa di bulan Muharram memiliki keutamaan yang sangat besar. Dilansir dari buku "Kalender Ibadah Sepanjang Tahun", disebutkan bahwa puasa sunah di bulan Muharram adalah yang paling utama setelah puasa Ramadhan. Termasuk di dalamnya puasa Tasua dan Asyura.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Seutama-utama puasa setelah Ramadhan ialah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama salat sesudah salat fardu, ialah shalat malam" (HR. Muslim).
Secara khusus, keutamaan puasa Asyura juga ditegaskan dalam berbagai hadits. Salah satunya disampaikan Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharram), maka Allah SWT memberinya pahala 10.000 malaikat. Dan, barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharram), maka ia diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumrah dan 10.000 pahala orang mati syahid. Barang siapa mengusap kepala anak-anak yatim di hari tersebut, maka Allah SWT menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Barang siapa memberi makan kepada orang mukmin yang berbuka puasa di hari Asyura, maka seolah-olah ia memberi makan seluruh umat Rasulullah SAW yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka."
Hadis ini menunjukkan betapa besarnya ganjaran bagi orang yang berpuasa dan berbuat kebaikan di hari Asyura. Maka, bulan Muharram menjadi momen istimewa untuk memperbanyak amal saleh, terutama puasa sunah.
(irb/hil)
