Kedatangan Wakil Bupati (Wabup) Nunukan, Hermanus, ke Kantor Bupati Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Jumat (6/3/2026) memicu perhatian publik. Wabup Hermanus tampak datang dengan didampingi sejumlah pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajak (TBBR).
Video dan foto kedatangan rombongan tersebut beredar luas di media sosial. Sempat muncul spekulasi dan narasi di tengah masyarakat bahwa kehadiran pasukan adat tersebut berkaitan dengan aksi protes terhadap sejumlah persoalan di lingkungan Pemkab Nunukan.
Dalam video terdengar suara Hermanus berbicara dengan nada keras. Dia menyampaikan bahwa Jubata atau Tuhan adalah yang berkuasa terhadap alam semesta. Dia berdoa agar pemerintahan dijauhkan dari berbagai halangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi isu yang beredar, Ketua DPW TBBR Provinsi Kalimantan Utara, Mangku Muriono dengan tegas menepis adanya unsur protes maupun intimidasi. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut murni merupakan ritual doa keselamatan menurut tradisi adat Dayak.
"Itu sebagai warga masyarakat adat Dayak Kalimantan yang menjunjung tinggi adat budaya. Kita ritual berdoa bersama kepada Tuhan, kepada Jubata, agar penyelenggaraan pemerintahan dilindungi, berjalan dengan baik, murni untuk kemaslahatan dan kebaikan orang banyak," ujar Mangku Muriono kepada detikKalimantan, Jumat (6/3/2026).
Muriono menjelaskan, perlengkapan yang dibawa dalam kunjungan tersebut bukanlah simbol ancaman, melainkan alat kelengkapan doa tradisional. Di antaranya adalah sirih, kapur, dan rokok yang dimaknai sebagai sajian tetua adat.
"Kami memohon agar pemerintahan di Nunukan dijauhkan dari halangan, rintangan, serta energi negatif," ungkapnya.
Muriono juga membantah keras isu yang menyebut adanya perpecahan atau permusuhan antara Bupati Irwan Sabri dan Wakil Bupati.
"Kepada warga masyarakat, tentunya agar tidak menafsirkan lain, agar tidak menggoreng bahwa kegiatan itu seolah Bupati dengan Wakil bermusuhan. Tidak ya," tegas Muriono.
"Beliau (Wabup) memanggil para pegawai hanya untuk mengajak ayo kita bekerja secara baik, murni, tulus, ikhlas kepada rakyat. Sekali lagi saya tegaskan, ini tidak ada untuk mengintimidasi, melainkan melayangkan doa," imbuhnya.
(bai/bai)
