Sungai di Nunukan Tercemar Limbah, Ikan Mati dan Warga Sakit Perut

Oktavian Balang - detikKalimantan
Rabu, 28 Jan 2026 17:30 WIB
Sungai di Nunukan tercemar limbah/Foto: Istimewa
Nunukan -

Sungai Tujung di Desa Tunjung, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dilaporkan tercemar limbah pada Senin (26/1/2026). Limbah itu diduga dari operasional PT Bulungan Hijau Perkasa (BHP).

Kepala Desa Tunjung, Matias Bapila, mengungkapkan dugaan pencemaran sungai itu terungkap setelah warga dan pekerja lokal mengeluhkan kondisi air sungai yang berubah drastis. Air yang biasanya digunakan untuk konsumsi dan mandi, kini berubah warna menjadi hitam pekat dan kebiruan.

"Warga cerita bahwa mereka tidak bisa mandi lagi di sungai itu. Airnya sudah kotor, warnanya hitam agak biru. Kalau dipakai mandi badan gatal-gatal," ungkap Matias kepada detikKalimantan, Rabu (28/1/2026).

Matias juga menjelaskan dampak limbah sangat fatal bagi ekosistem. Berdasarkan pengecekan langsung di lapangan bersama tokoh adat, ditemukan banyak ikan dan labi-labi yang mati mengapung. Lebih parah lagi, sejumlah warga sempat mengonsumsi air sungai tersebut untuk kebutuhan minum dan memasak. Akibatnya, warga mengalami gangguan pencernaan.

"Ada warga yang sakit perut karena air itu sudah dikonsumsi. Ternyata airnya beracun, dampaknya warga sakit perut," tuturnya.

Matias menyebut perwakilan PT BHP telah mendatangi desa dan bertemu dengan tokoh masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan disebut mengakui adanya masalah pada kolam penampungan limbah mereka.

"Mereka datang bercerita dan mengakui bahwa tampungan limbah itu meluap dan menguap, sehingga mengalir ke Sungai Tujung. Katanya kerannya sudah mereka tutup, tapi limbah sudah terlanjur mengalir," jelas Matias.



Simak Video "Menjelajahi Hutan Mencari Buah Lempasu di Kalimantan Utara"


(sun/aau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork