Gelaran Open Turnamen Domino Gubernur Kaltara Cup mendapatkan penolakan dari berbagai pihak, salah satunya kelompok adat seperti Aliansi Masyarakat Adat Asli Kalimantan Utara (AMAKU). Mereka mendesak agar turnamen dibatalkan.
Perwakilan AMAKU, Agustinus Amos mengaku akan berkomunikasi dengan penyelenggara terlebih dahulu. Namun tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa.
"Kami akan berkomunikasi dengan panitia dulu, kalau tetap diselenggarakan kami akan mendesak panitia untuk memberhentikan acara tersebut," ujar Agustinus saat dihubungi detikKalimantan. Senin (29/2/2025).
Dia menyarankan pemerintah untuk mengalihkan kegiatan menjadi promosi olahraga tradisional yang sesuai dengan budaya Kaltara, seperti lomba dayung, lomba menyumpit, atau kegiatan lain.
Olahraga tradisional dinilai dapat melestarikan budaya lokal dan sekaligus menjadi daya tarik pariwisata. Sementara acara turnamen domino berhadiah besar menurutnya tidak sesuai dengan kondisi perekonomian masyarakat.
"Di mana hati penyelenggara melihat kondisi masyarakat yang tengah seret keuangan, bukankah kegiatan ini seperti pesta pora," singkatnya
"Seharusnya pemerintah membuka forum diskusi kepada masyarakat, agar perlombaannya lebih mengarah ke masyarakat dan menyentuh budaya lokal," terangnya.
(bai/bai)