Mengenal Macam-macam Sungai dan Pola Alirannya

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Sabtu, 19 Jul 2025 15:01 WIB
Sungai Mahakam sebagai jalur transportasi barang tambang. Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Dalam kehidupan, kita tidak bisa lepas dari keberadaan sungai. Terlebih di daerah tertentu, sungai menjadi jalur transportasi utama, mata pencaharian, hingga sumber makanan dan minuman.

Di Indonesia, sungai-sungai besar banyak ditemukan di Kalimantan dan Sumatera. Bahkan Kalimantan disebut sebagai Pulau Seribu Sungai, di antaranya adalah Sungai Kapuas, Mahakam, dan Barito.

Untuk mengenal sungai lebih dekat, simak penjelasannya dalam artikel. Kita akan mengulas macam-macam sungai dan pola alirannya.

Macam-macam Sungai

Dikutip dari buku Dinamika Hidrosfer Geografi Kelas X Penyusun oleh Agus Pratomo yang diterbitkan Kemdikbud, sungai dibedakan berdasarkan sumber air, arah aliran, dan volumenya.

Sungai Menurut Sumber Airnya

Sungai dapat diklasifikasikan menurut sumber airnya ke dalam empat golongan utama. Setiap jenis memiliki karakteristik wilayah dan kondisi alam yang berbeda.

1. Sungai Mata Air

Sungai mata air memiliki sumber dari air tanah yang terus-menerus. Biasanya ditemukan di daerah bervegetasi lebat dengan curah hujan merata sepanjang tahun.

2. Sungai Air Hujan

Sungai air hujan hanya mengandalkan limpasan air hujan sebagai sumber utama.
Kebanyakan sungai di Indonesia termasuk dalam jenis ini, karena iklim tropis yang lembap.

3. Sungai Gletser

Sungai gletser terbentuk dari pencairan massa es dan salju di ketinggian. Umumnya hanya ada di pegunungan tinggi di atas 5.000 mdpl.

4. Sungai Campuran

Sungai campuran menggabungkan dua sumber, yaitu air hujan dan air hasil pencairan es. Contoh di Indonesia seperti Sungai Memberamo dan Sungai Digul di Papua.

Sungai Menurut Arah alirannya

Menurut arah alirannya, sungai dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.

  • Sungai konsekuen, adalah sungai yang alirannya mengikuti arah lereng asli permukaan bumi, sehingga sejalan dengan kemiringan topografi.
  • Sungai insekuen, merupakan sungai yang arah alirannya tidak teratur dan tidak mengikuti pola tertentu, biasanya terbentuk tanpa dipengaruhi oleh struktur geologi.
  • Sungai subsekuen, adalah anak sungai yang mengalir tegak lurus terhadap sungai konsekuen, memotong arah aliran utama.
  • Sungai obsekuen, merupakan anak sungai dari sungai subsekuen yang arah alirannya justru berlawanan dengan sungai induk konsekuen.
  • Sungai resekuen, adalah sungai subsekuen yang arah alirannya sejajar dengan sungai konsekuen, namun terbentuk kemudian sebagai hasil dari proses geomorfologi yang lebih lanjut.

Sungai Menurut Volumenya

Sungai dapat dikategorikan ke dalam empat jenis berdasarkan volume airnya sepanjang tahun:

1. Sungai Permanen

Merupakan jenis sungai yang memiliki aliran air tetap sepanjang tahun, tanpa dipengaruhi oleh musim. Contoh sungai permanen antara lain Sungai Kapuas di Kalimantan dan Sungai Musi di Sumatera.

2. Sungai Periodik (Musiman)

Jenis sungai ini mengalami perubahan debit air sesuai musim. Saat musim hujan, volume air meningkat secara signifikan, sedangkan di musim kemarau debit air menurun. Contoh sungai periodik adalah Sungai Bengawan Solo dan Sungai Progo di Pulau Jawa.

3. Sungai Episodik (Intermiten)

Sungai episodik hanya mengalir saat musim hujan, dengan volume air yang cukup besar. Namun, saat musim kemarau, sungai ini bisa menjadi kering sepenuhnya. Contoh dari jenis ini adalah Sungai Batanghari di Sumatera.

4. Sungai Ephemeral

Sungai ephemeral hanya memiliki aliran air yang sangat terbatas dan bersifat sementara, bahkan saat musim hujan sekalipun. Volume airnya cenderung kecil dan tidak berlangsung lama.

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork